Setting Kamera untuk Wedding #2 Alat Minimal Apa Saja


Memotret Wedding bukanlah sesuatu yang rumit, asal paham dasar-dasarnya apa saja. Poin yang harus selalu diasah adalah kemudian skill memotret dan kepekaan dalam melihat momen, perasaan, komposisi dan sejenisnya.

Bagi fotografer wedding pemula, seringkali masih kebingungan peralatan apa saja yang harus dibawa dalam sebuah job wedding. Di bawah ini salah satu set peralatan minimal yang biasa saya gunakan dalam sebuah job wedding. Set peralatan ini tentu sangat minimal dan juga menyesuaikan seberapa besar atau mahal job yang kita kerjakan, peralatan yang dibawa juga harus menyesuaikan.

Standar minimal peralatan:

Kamera

Mirrorless atau DSLR sesuai selera, tentu harga dan kualitas tidak pernah bohong jika didukung dengan skill yang memadai. Kualitas Canon 1100D dibandingkan dengan Canon 60D atau dibandingkan dengan Canon 6D tentu saja berbeda. Semakin tinggi kualitas kamera tone warna yang dihasilkan, dynamic range yang bisa ditangkap pasti jauh lebih baik. Sesuaikan saja dengan nilai job yang sedang dikerjakan.

Bagi fotografer yang sudah punya nama besar biasanya memilih sensor kamera full frame, itu pilihan dia karena tentu saja job yang dikerjakan nilainya memang sesuai. Namun jika masih pemula dan mengambil job di pasar level bawah, di mana banyak orang yang masih beranggapan foto wedding yang penting hasilnya terang sudah cukup tentu juga bisa menggunakan kamera entry level. Untuk pencahayaan yang penting lighting terang dan difuser lebar hasil sudah pasti bersih terang.

Lensa

Lensa apa yang akan digunakan? Hampir sama dengan kamera, tergantung pilihan kita masing-masing. Karena saya pengguna Canon, tentu pilihan menggunakan lensa L series adalah opsi yang saya ambil ketika job memang bagus. Ketajaman, warna, kecepatan autofokus lensa premium memang jauh berbeda dibandingkan dengan lensa kit yang lebih murah.


Jika memungkinkan saya biasanya membawa 1 lensa wide untuk foto panggung, 1 lensa fix 35 / 50mm untuk mendapatkan bokeh yang mantab, dan 1 fix tele untuk candid. Tentu dengan bermacam-macam lensa ini saya minimal membawa 2 bodi kamera, disamping untuk memudahkan ketika berganti pilihan lensa juga sebagai kamera cadangan untuk jaga-jaga jika suatu saat kamera utama bermasalah. 

Lighting

Sesuaikan kondisi di lapangan, jika lokasinya berupa gedung pengantin besar dengan panggung yang luas gunakan lampu dengan GN tinggi dan pake difuser lebar (baik itu berupa payung putih atau yang lainnya).

Jika lokasinya di rumah dan tempatnya sempit cukup gunakan flash external yang dipasang pada light stand, harus dengan difuser payung atau cukup ditembakkan ke atas (jika atapnya rendah dan berwarna putih biasanya cahaya akan cukup menyebar dengan lembut).

Pertimbangkan juga sumber daya listrik di lokasi, karena kadang jika di rumah kecil dan tegangan listrik minim sedangkan lampu kita membutuhkan daya listrik tinggi maka tidak kuat.

Pastikan bawa lighting cadangan, minimal flash eksternal jaga-jaga jika kondisi darurat. Tak lupa pastikan setting white balance yang pas terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Karena saat acara, jika salah white balance terkadang bikin kondisi makin rumit. Baju pengantin yang berwarna pink bisa berubah agak peach jika setingan kurang pas, dan di dalam foto hasilnya jadi tampak "lebih kusam".

Kelengkapan Lain

Pastikan tiap item peralatan kita ada cadangannya, baik itu kamera, flash, baterai, triger, dan yang lainnya. Berpikirlah bahwa jika di tengah-tengah seremonial sakral pernikahan mendadak salah satu peralatan mati, kita sudah ada cadangannya. Karena tak mungkin acara harus ditunda untuk kita keluar dulu menyewa kamera dan yang lainnya. Di kondisi seperti itu nama baik dan reputasi kita sebagai fotografer dipertaruhkan betul-betul.

Semoga bermanfaat dan selamat memotret.[]

Comments