Tuesday, February 13, 2018

Tips Traveling Karyawan Kantor


Traveling bagi seorang tour guide adalah keseharian yang sudah biasa. Begitu juga bagi seorang jurnalis yang ditugaskan untuk meliput berita ke mana-mana. Namun, traveling menjadi sebuah momen langka bagi karyawan kantor yang hanya punya jatah cuti sangat terbatas. Beberapa tahun yang lalu, saya adalah seorang wirausahawan yang bebas mengatur jadwal. Saat sedang tidak ada orderan yang saya kerjakan, saya bisa saja memilih waktu saya tersebut untuk istirahat, membereskan kerjaan rumah, atau traveling

Kini, kondisinya berbeda. Sebagai karyawan kantor, saya hanya memiliki jatah cuti yang sangat terbatas. Namun, bukankah semua itu adalah pilihan? Dan masing-masing pilihan pasti ada konsekuensinya. Lalu, bagaimana caranya agar tetap bisa tetap traveling dengan kesempatan cuti yang terbatas?

Berikut tips yang saya lakukan, yang mungkin saja cocok bagi kalian. Ambil yang bermanfaat dan tinggalkan yang sekiranya tidak bisa diaplikasikan. 


Pertama, traveling menggunakan jatah cuti. Ah, tentu saja jatah cuti harus diambil, salah satunya untuk traveling. Jangan lupa menyiapkan segala sesuatunya agar saat kita menggunakan jatah cuti kita bisa optimal. Kan enggak seru, udah ambil jatah cuti, travelingnya batal. Duh, sayang sekali. Salah satu traveling saya yang memanfaatkan jatah cuti adalah Pendakian Cumbri. Ini adalah perjalanan gila saya, naik bukit yang panas sendirian di siang terik. Huffft. Namun, tak tahu kenapa perjalanan seperti ini selalu menyenangkan buat saya.
Perjalanan ini memang sudah saya siapkan beberapa hari sebelumnya. Jadi, saya sudah berniat ingin lepas dari rutinitas dan tanggungan kerjaan. Kalau kamu ingin menikmati kesendirian yang benar-benar berkesan, cobalah. Traveling sendirian ke tempat yang baru, handphone matikan, baterai dilepas. Hahahaha. Niat banget. Jangan lupa siapkan segala sesuatu, termasuk jika dalam kondisi darurat apa yang akan kemudian kamu lakukan. 

Keduatraveling mengerjakan pekerjaan kantor. Bagi orang yang bekerja di media, kadang saya harus berlama-lama di belakang meja, tetapi tak jarang juga harus jalan-jalan untuk menulis berita. Dua hal yang sama-sama saya senangi. Menulis dan jalan-jalan, apa lagi? Saya pernah menikmati pekerjaan sebagai penulis konten di sebuah majalah dengan tugas ke Yogyakarta, Cepogo, Pracimantoro, Salatiga, dll. Memang bukan tempat yang jauh layaknya jurnalis yang tugasnya hingga ke luar negeri. Namun, pekerjaan yang menurut saya menyenangkan adalah pergi-pergi dan nulis-nulis. Apalagi saat liputan kuliner, hmmm, jalan-jalan, makan-makan, akhir bulan gajian.

Ketigatraveling dengan kemampuan setir mobil. Saat ini boleh jadi sudah banyak yang bisa menyetir mobil, tetapi jangan salah, dalam kondisi tertentu saat driver di kantor atau teman yang bisa menyetir mobil sedang berhalangan pasti kantor membutuhkan orang yang bisa menyetir. Nah, buat kamu yang hobinya jalan-jalan, enggak betah berada di dalam ruangan terus, coba asah skill mengemudimu. Suatu saat akan terpakai dan kamu bisa jalan-jalan, walaupun dalam misi pekerjaan. Jangan lupa, pastikan punya SIMnya. Oh iya, satu lagi, kemampuan mengemudi yang nyaman akan jadi salah satu pertimbangan orang memilihmu daripada orang lain untuk mengantarkannya.

Traveling di jam kantor apakah tidak zalim karena menggunakan jam kantor untuk kesenangan pribadi? Tunggu dulu, selama kita amanah mengerjakan tugas yang diberikan, jalan-jalan ke tempat yang baru adalah bonus atau konsekuensi yang sudah pasti didapatkan. Tidak mungkin, kan, jika kamu dipaksa untuk bekerja selama 24 jam?

Demikian, tips traveling bagi karyawan kantor yang bisa kamu coba. Bagaimana menurutmu? Kamu lebih suka dengan poin yang ke berapa? []

No comments: