Wednesday, November 15, 2017

Review Canon 50D, Kamera Lawas yang Ganas

blog.michaeldanielhi.com

Bodinya sudah mulai usang, karet penutup port USB sudah rontok entah ke mana, tombol shutter sudah tidak empuk lagi, dan satu hal lagi yang sangat ekstrim, shutter count sudah menyentuh angka 145.000an. Angka yang sudah sangat mengerikan untuk sebuah kamera DSLR.

Pertanyaan yang sering diajukan ketika menyaksikan kondisi yang seperti itu adalah, "apa sih yang membuatmu bertahan untuk tetap bersamanya?" - eaaaa.

Jawabannya tentu saja ada di dalam judul postingan ini - Ganas. Seperti apa ganasnya kamera jadul ini? Postingan ini akan membahas sesuai pengalaman saya sebagai penggemar fotografi.

Alasan pertama saya menginginkan sebuah kamera DSLR semipro adalah tone warna yang lebih menarik. Kenapa memilih kamera canon 2 digit ini? Kenapa tidak sekalian 1 digit saja. Tentu saja adalah perkara klasik, harga yang mampu dijangkau yang mana.

Alasan kedua adalah bodi yang kokoh. Untuk urusan bodi kokoh, boleh dibilang 50D kamera yang berat. Jika menenteng seharian si 50D dengan lensa yang agak panjang tentu saja sudah bisa disamakan dengan olahraga. Namun jangan salah, dengan bodi berat saya merasa lebih stabil dalam memotret maupun merekam video.

Alasan ketiga adalah burst mode yang lumayan cepat. Tentu saja sangat tidak adil jika membandingkan dengan mirrorless cepat saat ini yang harganya jauh di atas si Canon lawas ini. Setidaknya saya bisa menangkap adegan-adegan dalam panggung pementasan dengan baik menggunakan mode burst di kamera ini walaupun hanya dengan lensa kit.

Alasan keempat adalah, si Canon ini bisa dipaksa untuk merekam video. Secara bawaan pabrik Canon 50D belum bisa digunakan untuk merekam video. Terbukti di bodi tidak terdapat mic untuk merekam suara. Namun dengan menginstall magic lantern, kamera 50D ini bisa digunakan untuk merekam video. Sudah banyak contoh yang ada di youtube jika ingin melihat seperti apa hasil video dari kamera lawas 50D ini. Saya sendiri kemarin sempat mencoba untuk merekam jalan-jalan ke Museum Keris Nasional di Solo. Seperti apa hasilnya? Nanti bisa dipantau di channel berikut: channelku

Alasan kelima, tentu saja karena untuk saat ini belum ada alokasi anggaran yang khusus untuk mengganti si 50D dengan yang baru. Untuk hobi, kamera ini masih mencukupi kok. Sedangkan untuk bekerja, masih bisa dikombinasikan dengan kamera lain atau lensa lain dari tempat persewaan.


Jadi, apakah review singkat ini bermanfaat? Atau jika kamu punya pendapat lain tentang kamera Canon 50D ini boleh tinggalkan komentar di bawah. Sampai ketemu lagi.[]

No comments: