Wednesday, November 22, 2017

Iphone Mati Terkena Air Laut, Hidup Lagi


Aku memutuskan untuk menceburkan diri dan berenang di laut sekalian. Harapan untuk melanjutkan membuat video perjalanan pupus sudah. Sekitar lima menit yang lalu, aku seperti orang yang linglung. Antara tak percaya dengan apa yang aku lihat dan berusaha berkata kepada diri sendiri, "sudahlah, tak apa, pasti ada hikmah di balik semua kejadian..tapiii..."

Aku hanya bengong menatap layar iphone 4s yang baru sepekan ada di tanganku kini sekarat tanpa bisa aku apa-apakan. Hidup tidak, mati tidak, hanya berusaha booting tetapi stag sampai di logo apple lalu mati lagi. Seperti itu terus. Ingin sekali segera membongkar casing dan melepas baterai dan mempreteli agar bisa dilap dengan kain bersih lalu menjemurnya. Namun apa daya, saat ini aku di tepi laut, jangankan cari tempat servis handphone, sinyal saja susah. Sedihnya lagi, di situ tersimpan video perjalanan yang hendak aku buat film pendek. Lalu.. ah ya sudah lah.


Sebenarnya, ponsel ini tercelup air laut belum genap satu detik. Begitu byur, langsung aku angkat, aku lemparkan ke temanku di pinggir dan langsung dilap dengan kaosnya yang kering. Sudah terlambat sepertinya. Sudah tak mau diapa-apakan lagi. Aku sudah membayangkan bagaimana efeknya jika perangkat elektronik terkena air laut. Yang berbahan logam pasti segera berkarat, non-logam pun pasti akan berkerak yang tak mungkin bisa bersih total. 

Sebelumnya, ini adalah perangkat seken yang kualitasnya langka. Pemilik sebelumnya adalah seorang perempuan, dan sangat hati-hati dalam memakainya, masih mulus, tangan pertama, bahkan dia tak sadar selama dia memakai iphone ini lapisan plastik pada lensa kamera belum dilepas karena sangat rapinya. Namun kini? Seolah seonggok smartphone bergambar apel ini adalah calon mayat yang mulus. 

Sejak siang itu di Pantai Wedi Ombo, Gunung Kidul, ponselku dalam kondisi sekarat di dalam tas. Aku sudah tidak berharap banyak. Setidaknya file yang ada di dalamnya masih bisa diselamatkan. Itu saja. Kalau bisa hidup lagi, itu bonus luar biasa.

Dalam perjalanan kembali ke Solo, seorang kawan bilang, "Itu mungkin masih bisa dibersihkan nanti." Sejujurnya aku tidak yakin dengan kata-katanya. Aku hanya minta tolong, nanti kalau punya obeng tolong dibukain dan dibersihkan.

Sehari kemudian.
Aku mendapatkan kabar, bahwa ponsel yang habis mandi air laut itu bisa hidup lagi. Alhamdulillah. Ternyata masih diberikan kesempatan untuk hidup lagi. Tak hanya untuk memindahkan file, tetapi secara keseluruhan masih berfungsi sebagaimana mestinya, kamera, mic, speaker, port, dan yang lainnya, kecuali toucshcreen. Di bagian tengah tidak merespon, hanya berfungsi di bagian atas dan bawah saja. Display juga sudah mulai buram-buram dan gosong di bagian tepi, tetapi jika dimatikan lalu dihidupkan lagi warna normal lagi untuk beberapa waktu.


Nasihat buat saya dan pembaca yang semoga tidak mengalami kejadian seperti ini. Selalu hati-hati dengan air laut, karena air asin itu luar biasa merusak perangkat elektronik maupun logam yang lain. Jangan mendekat ke air jika sedang memegang perangkat elektronik, kecuali sudah diamankan dengan pelindung atau sejenisnya. Jangan sampai bernasib sama.


Berikut beberapa foto yang sempat dihasilkan beberapa saat sebelum si iphone mandi air laut.


Pantai Siung dari atas tebing

Juragan Roti Bakar beraksi

Sesi pemotretan di Pantai Wedi Ombo (foto terakhir sebelum iphone masuk laut)

No comments: