Wednesday, November 29, 2017

Test Kamera Iphone 4S


Sejujurnya, saya tertarik membeli smartphone berlogo apel ini adalah karena kameranya. Beberapa waktu yang lalu saya sengaja membeli bekas, karena saya lihat memang masih bagus, tangan pertama, dan murah karena termasuk seri lama. Pada postingan sebelumnya saya sudah menuliskan bagaimana kondisinya ketika kemudian tercebur di air laut. Kali ini saya ingin mengupas dari sisi kameranya.


Pada saat saya menulis ini, iphone 4S saya berada di atas meja dalam kondisi...mati. Ya sudah, air laut memang luar biasa mengerikan bagi perangkat elektronik. Semoga pada kesempatan yang lain bisa mendapatkan kembali perangkat serupa untuk dites lebih lanjut. Sejujurnya saya masih ingin membuat film pendek dengan aplikasi filmic pro. Semoga kapan-kapan mau hidup lagi ini smartphone.


Praktis beberapa waktu yang lalu saya hanya menguji kamera iphone 4s selama 2 hari di Gunungkidul. Saya ingin mengupasnya dari foto terlebih dahulu baru video.

Wednesday, November 22, 2017

Iphone Mati Terkena Air Laut, Hidup Lagi


Aku memutuskan untuk menceburkan diri dan berenang di laut sekalian. Harapan untuk melanjutkan membuat video perjalanan pupus sudah. Sekitar lima menit yang lalu, aku seperti orang yang linglung. Antara tak percaya dengan apa yang aku lihat dan berusaha berkata kepada diri sendiri, "sudahlah, tak apa, pasti ada hikmah di balik semua kejadian..tapiii..."

Aku hanya bengong menatap layar iphone 4s yang baru sepekan ada di tanganku kini sekarat tanpa bisa aku apa-apakan. Hidup tidak, mati tidak, hanya berusaha booting tetapi stag sampai di logo apple lalu mati lagi. Seperti itu terus. Ingin sekali segera membongkar casing dan melepas baterai dan mempreteli agar bisa dilap dengan kain bersih lalu menjemurnya. Namun apa daya, saat ini aku di tepi laut, jangankan cari tempat servis handphone, sinyal saja susah. Sedihnya lagi, di situ tersimpan video perjalanan yang hendak aku buat film pendek. Lalu.. ah ya sudah lah.

Wednesday, November 15, 2017

Review Canon 50D, Kamera Lawas yang Ganas

blog.michaeldanielhi.com

Bodinya sudah mulai usang, karet penutup port USB sudah rontok entah ke mana, tombol shutter sudah tidak empuk lagi, dan satu hal lagi yang sangat ekstrim, shutter count sudah menyentuh angka 145.000an. Angka yang sudah sangat mengerikan untuk sebuah kamera DSLR.

Pertanyaan yang sering diajukan ketika menyaksikan kondisi yang seperti itu adalah, "apa sih yang membuatmu bertahan untuk tetap bersamanya?" - eaaaa.

Jawabannya tentu saja ada di dalam judul postingan ini - Ganas. Seperti apa ganasnya kamera jadul ini? Postingan ini akan membahas sesuai pengalaman saya sebagai penggemar fotografi.