Thursday, April 6, 2017

Travelwork Edisi Rembang


Ijazah Akta IV itu masih rapi tersimpan rapi di lemari. Sejak lulus kuliah, sama sekali aku belum pernah menggunakan kertas tersebut untuk menjadi seorang guru. Aku ternyata lebih menikmati bekerja di dunia tulis menulis, fotografi dan videografi. Sama dengan sore ini perjalanan ke Rembang membantu tim media membuat film pendek buatku lebih menyenangkan dibanding mengajar murid di kelas dan mengerjakan tugas-tugas administrasi seorang guru.

***
Mobil APV melaju cepat selepas kami singgah di sebuah minimarket untuk berbelanja perbekalan camilan. Batuk sepanjang perjalanan membuat momen yang seru ini menjadi tidak menarik. Jaket polar aku kenakan rapat-rapat hingga ke leher agar nyaman. Selanjutnya mata mulai terpejam karena efek obat yang aku minum tadi setelah makan malam.

Sesekali saya melirik smartphone Redmi 1S ku. Dulu aku pengguna aplikasi navigasi android offline seperti sygic dan navitel. Tetapi untuk perjalanan ke Rembang kali ini aku tidak memakai keduanya, karena google telah menyediakan layanan offline. Sehari sebelum melakukan perjalanan ini aku menyimpan maps offline google maps Solo dan hingga sekitar Rembang. Redmi 1S ini walaupun jadul tetapi punya kemampuan lock satelit dengan cepat, sehingga walaupun aku baru mulai menyalakan aplikasi ketika di dalam mobil yang sedang berjalan lokasi segera terkunci.

Google maps offline boleh juga. Beberapa waktu yang lalu ketika masih menggunakan sygic offline pada perangkat yang sama, aplikasi ini sempat kacau beberapa saat. Ketika berada di daerah yang terpencil rute yang dibuatnya hanya mengarah ke tempat yang makin pelosok. Pernah sekali mobil yang kami tumpangi hampir terperosok gara-gara mengarahkan menuju jalanan yang putus aspalnya.Kali ini Google maps offline oke deh, lain waktu harus dicoba lagi untuk membantu navigasi ke daerah yang lebih pelosok.

Tiba di Hotel kencana Rembang, kami parkir lalu Cek In dengan sebut nama dan identitas. Cukup mudah, karena kami sudah di-booking-kan oleh mitra kami yang ada di Rembang. Terima kasih Mas Aris. Bagaimana pengalaman menginap di hotel ini? bisa disimak di posting sebelumnya, atau klik di sini.

Bepergian dalam rangka tugas dokumentasi dan yang sejenisnya selalu menyenangkan, yang tidak menyenangkan adalah harus meninggalkan istri tercinta yang masih kerja keras menyelesaikan skripsi. Seandainya dalam kondisi sehat dan membawa laptop, malam hari aku masih bisa mengerjakan olah data dari sini.

Hari Pertama
Kami memulai pekerjaan dengan bertemu mitra kami di kantor BMT Harum Rembang. Memulai membicarakan detail teknis pengerjaan proyek dan pengambilan video. Tempat paling nyaman adalah di mushola lantai paling atas. Bebatuan yang ditata cantik, lalu jembatan kayu di atas kolam ikan menuju tempat wudhu, berada di puncak gedung tinggi yang bisa melihat ke segala penjuru, termasuk melihat laut dari sini. Pengalaman yang menyenangkan.

Sholat Dhuhur dan bersantai sejenak

Sore harinya, ketika pekerjaan hari pertama telah selesai, kami memutuskan untuk sejenak beristirahat di Pantai Dampo Awang. Sebelum kembali ke hotel, bersantai menikmati sepoi angin sore di laut utara terasa begitu menenteramkan. Pantai yang benar-benar cocok untuk merenung. Menjelang magrib, kami kembali ke hotel. Kali ini mobil saya yang menyetir dengan perasaan was-was. kali pertama memegang mobil setelah sekian tahun yang lalu diajari menyetir di hutan sawit, Kalimantan.


Take di kantor pagi-pagi


Hari Kedua
Kami bangun pagi-pagi, sholat subuh lalu mandi. Pagi ini tidak ada waktu nyantai, pagi hari harus mengambil video, setalah sarapan menu hotel yang nikmat tentunya. Ups, prediksi salah. Pagi ini kami harus merelakan tidak sarapan pagi. Kami harus mengejar waktu. Pagi itu juga harus Cek Out, mengemasi semua barang lalu masukkan ke mobil dan saatnya bekerja lagi. Hari kedua lebih seru karena harus mengondisikan orang-orang yang sebagian tidak terbiasa di depan kamera agar tampil oke. Pagi buta hingga sore menjelang senja berkutat dengan kamera, lighting, slider, dan kawan-kawannya.

Sore hari kami pulang kembali ke Solo jalan santai. Masih dengan aplikasi yang sama, google maps offline di smartphone Xiaomi Redmi 1S yang ngelock satelit dengan cepat. Perjalanan masih berlanjut, untuk menuju Solo masih jauh. Kami mampir untuk sholat magrib dan isya di Masjid Agung Baitunnur Pati. Selepas sholat kami berburu oleh-oleh dan kuliner khas di sini, Nasi Gandul dan Bakso Tangkar. Tidak tanggung-tanggung, kami makan berurutan. Nasi Gandul habis disantap, jalan sebentar untuk menyantap Bakso Tangkar. Perjalanan selanjutnya gas pol menuju Gemolong, Sragen. Selalu ada hikmah dalam setiap perjalanan, dan selalu ada catatan yang bisa dituliskan. []

No comments: