Thursday, March 2, 2017

Kampung Wisata Pulesari (plus video)


Khusus hari ini, kami semua tidak ada yang membuka laptop, menyalakan PC, merekap data, wawancara, dan pekerjaan rutin lainnya yang tiap hari kami jalani. Pagi ini kami sudah ditunggu bus untuk sekadar main air di tempat yang agak jauh.

Bagi sebagian orang yang tiap hari berkutat dengan laptop, angka-angka, naskah, sejenak melepaskan itu semua bisa me-refresh pikiran. Bus yang kami tumpangi meluncur dengan pasti meninggalkan kota Solo menuju sebuah dusun di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Main air harus sejauh itu? Mungkin itu yang terlintas di pikiran sebagian dari kami yang ada dalam bus. Namun, pertanyaan itu dengan segera memudar setibanya kami di  Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Wono Kerto, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami datang disambut dengan ramah oleh penduduk dan pengelola outbond di sini. Sebelum tiba di lokasi, sempat terlintas pikiran bahwa outbond = games yang dipaksakan, isinya hanya disuruh-suruh, membosankan. Terbayang ospek mahasiswa ketika awal masuk kampus yang sama sekali tidak menyenangkan. Ternyata?


Ah, aku yang terlalu berpikiran negatif saat itu. Kami disambut dengan camilan khas yang sudah disediakan pengelola. Tempat ini berada di tengah-tengah kebun salak yang sangat luas, kanan salak, kiri salak, salak ada di mana-mana. Camilan yang disediakan sebagian juga merupakan olahan salak.

Oke, cukup makan pembukanya. Acara dilanjutkan dengan pembukaan, pembagian kelompok, lalu games. Fun kok, tidak seperti ospek di kampus. Hehe. Dari beberapa games pembuka menurutku standar sih, cuma aku sudah merasa tidak sabar untuk segera main air. Action-cam sudah terpasang waterpoof case, sudah tertempel pada tempatnya (di kening) sudah siap beraksi bermain air.

Karena digeruduk oleh rombongan yang sangat banyak, air yang harusnya bening menjadi berkurang tingkat kebeningannya. Namun itu semua tidak terlalu mengurangi kualitas air, masih bisa dirasakan bahwa air ini cukup bersih dan segar. Arena melewati jembatan menjadi pembuka rute susur sungai. Games-games terus berjalan dari para instruktur outbond yang ada di sini. Kamera DSLR dengan beragam lensa membidik para peserta outbond.

alan (baca: sungai) yang dilalui semakin lama semakin ke dalam. Pepohonan salak semakin lebat di kanan dan kiri rute yang kita lewati. Awas, hati-hati dengan duri pohon salak yang bisa melukai tangan, tetapi tenang, tidak akan melukai perasaan kok. Eaaa. Pada posisi dimana hutan salak terasa sangat lebat, aku melihat ke sekitar. Gemericik air yang mengalir di sungai, suara-suara dari hewan yang ada di alam, view sekitar yang mulai agak gelap mengingatkanku pada film-film yang menceritakan tentang perang gerilya.

Lanjut. Di rute susur sungai ini ada banyak sekali tantangan yang harus kita taklukkan, mulai dari menerobos di bawah jaring, menaiki jaring, harus bisa melewati ban yang digantung, tangga yang diguyur air dari atas dan masih banyak lagi.

Puas-puaskan bermain air di sini, karena suasananya yang menyenangkan, airnya yang bersih, permainan yang seru, pemandu outbond yang seru juga. So, jangan memikirkan pekerjaan yang belum kelar di sini. Nikmati saja airnya.

Finish di rute paling ujung, ada sesi ramah-tamah sambil berendam di air yang mengalir dengan jernih. Setelahnya, kita bisa mandi dan ganti baju di kamar mandi mana saja yang ada di kampung ini. Tinggal ketok pintu, permisi sama yang punya rumah lalu numpang mandi di kamar mandi milik penduduk. Dipersilahkan. Pengelola Pulesari melibatkan masyarakat agar semua merasa memiliki tempat ini.

Mungkin ada banyak tempat yang memiliki konsep desa wisata seperti ini. Namun, bisnis jasa adalah persaingan pelayanan dan nilai plus. Jika memiliki nilai plus dibanding tempat yang lain, ditambah servis yang bagus, tentu orang akan minat kembali ‘bermain air’ di tempat ini. Mungkin bersama komunitas atau teman-teman yang lain.

Nb: posting ini bukan pesanan dari pihak mana pun, murni pengalamanku sebagai orang yang senang jalan-jalan, menulis dan memotret, yang kebetulan diajak oleh kantor untuk ‘main air’ ke tempat ini.














No comments: