Wednesday, November 23, 2016

Masjid Joglo, Karanganom Klaten


Sore itu hujan deras merata di Solo dan sekitarnya. Aku berkendara dengan motor perlahan sambil menikmati hujan di jalur Penggung - Jatinom, Klaten. Ada hal yang menarik jika kita perhatikan di sekitar sini. Dari arah Penggung menuju Jatinom sekitar km 3, ada sebuah bangunan Joglo unik yang cukup terawat. Pada genting atap bangunan tersebut tertulis dengan jelas "MASJID".

Beberapa kali lewat daerah ini aku sempat tertarik dengan bangunan masjid yang lain dari yang lain. Bentuknya joglo lebih mirip ke rumah adat jawa daripada tempat ibadah. Namun inilah keunikannya. Masjid ini memang berbentuk Joglo. Sore itu sepulang dari tugas liputan di daerah Klaten saya sempatkan mampir, kebetulan sudah masuk waktu ashar.

Thursday, October 20, 2016

Pindahan ke coklatpanas.com


Enam tahun yang lalu saya membuat blog topixsolo.blogspot.com dengan harapan bisa belajar menulis dan mencurahkan ide yang saya punya. Itu saja. Sama sekali belum terpikirkan genre apa nanti tulisan yang saya buat, bisa untuk cari uang atau tidak, itu tidak penting. Saya berpikir, tiap episode kehidupan yang kita jalani itu adalah unik, istimewa. Perjalanan kehidupan - siapa pun itu - adalah hal yang layak untuk dicatat dan dikenang. Melalui blog saya ingin mencatat kepingan-kepingan kenangan agar tercatat dan jika ada hal yang baik, semoga bisa memberikan inspirasi bagi orang lain. Jika ada hal yang buruk, maka semoga dengan saya menuliskannya orang lain bisa menghindari keburukan tersebut.

Kenapa harus Coklat Panas?
Coklat itu manis, coklat itu romantis. Sepotong coklat batangan mampu memberikan asupan energi jika kita sedang melakukan perjalanan. Secangkir coklat panas mampu menenangkan gundah gelisah. Kehidupan tak harus muluk, sederhana saja namun indah, sederhana namun tetap bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ada tiga hal yang kemudian akan senantiasa saya bawa ke dalam coklatpanas.com ini.

Pertama, fotografi. Sebuah foto akan menceritakan banyak hal. Saya cinta fotografi sejak lama. Walaupun hasil foto saya masih pas-pasan tapi ada rasa tersendiri ketika mengabadikan momen dengan sebuah foto. Bagi saya foto itu adalah bookmark kehidupan. Dengan bookmark itu kita bisa membuka kembali dengan tepat kenangan tentang yang terjadi di masa lalu. Tepat di halaman kehidupan kita saat itu.

Kedua, kisah perjalanan. Setelah sekian tahun belajar menulis, saya merasakan bahwa saya lebih tertarik untuk menuliskan kisah perjalanan. Saya pusing jika harus disuruh menulis fiksi, berkhayal seolah memerankan kehidupan orang lain. Saya lebih bisa menulis apa yang memang saya lihat, apa yang saya alami, dan apa yang saya rasakan. Selama enam tahun ini pula saya banyak melakukan perjalanan, dengan jalan kaki, motor, mobil, kapal, pesawat. Banyak dari kisah hikmah perjalanan itu yang belum sempat saya tuliskan. Koleksi foto yang nganggur di hardisk yang belum sempat saya unggah masih amat banyak, sayang kalau hanya mengendap di sini.

Ketiga, selalu ada hikmah dari tiap kejadian. Hidup itu kumpulan pilihan. Tiap pilihan ada konsekuensinya. Apa yang akan kita putuskan hari ini akan membawa dampak di waktu yang akan datang. Ada banyak hikmah yang bisa dituliskan dari pengalaman hidup yang dijalani maupun melihat kehidupan orang lain.

Terima kasih untuk semua yang telah mampir membaca postingan di blog ini, yang telah mampir komen, maupun memberikan inspirasi untuk postingan blog ini.


Taufik

coklatpanas.com

Sunday, October 9, 2016

Rapat di Danau Tengah Sawah


“Ayo, ini masih nunggu siapa lagi?” teriak mereka yang sudah standby dengan motornya di luar kantor.
Bentaaar, kertas program kerja masih ketinggalan!” jawabku sambil menyahut kertas di atas meja lalu sesegera mungkin berlari ke luar.

Pagi ini kami segera meluncur ke daerah Boyolali. Tujuannya sederhana, rapat kerja untuk urusan kantor. Kebetulan pula, di kantor tidak ada yang tidak senang jalan-jalan, jadi jika ada acara yang ‘berbau’ piknik walaupun itu bagian dari bekerja, hayuuk deh.

Saturday, October 8, 2016

Rental Alat Gunung Recommended (Solo)

Merbabu itu rindu | Tenda Mas Bagonx

Curhat Dulu
Pernah nggak merasakan lagi bener-bener capek, ngantuk, dan pengin istirahat, mandi air hangat, lalu tidur sepulang dari naik gunung? Tapi harus pergi lagi keluar rumah untuk mengembalikan peralatan pendakian yang habis kita gunakan ke rentalan alat outdoor karena deadline waktu kalau lewat pasti kena denda. Beuh…motoran di jalan mau balikin itu udah mau tidur aja rasanya.

Berbagi Hewan Qurban (BHQ)


Sebelum saya menuliskan cerita ini, saya menegaskan bahwa saya menulis di sini sebagai fotografer yang diminta untuk membantu pelaksanaan program Berbagi Hewan Qurban (BHQ) Solopeduli. Kapasitas saya saya di tulisan ini sebagai fotografer lepas dan seorang travel blogger. 

Mencoba tantangan baru

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menjadi fotografer untuk fashion perempuan muslim, namun dengan berbagai pertimbangan saya putuskan untuk tidak melanjutkannya. Lalu jika hanya memotret liputan untuk tugas di pekerjaan utama saya sebagai reporter majalah dan sesekali memotret landscape saya merasa masih kurang, pengin sesuatu yang berbeda. Suatu saat saya ditelpon diminta untuk membantu mendokumentasikan program ini saya langsung jawab, ya.
***

Tuesday, October 4, 2016

Mendaki Cumbri, Sendiri


Saat ini, Instagram nampaknya sukses menjadi sebuah alat penebar ‘racun’ traveling  yang efektif. Tengok saja, gara-gara dia, banyak orang yang awalnya tidak suka naik gunung tiba-tiba mau bersusah payah jalan kaki naik gunung biar seperti kawannya yang lain. Gara-gara dia juga, lokasi wisata yang sepi tiba-tiba menjadi ramai pengunjung. Diakui atau tidak, kehadirannya mengubah banyak hal.
Perjalanan saya mendaki Bukit Cumbri ini contohnya. Saya sempat ‘terracuni’ oleh foto-foto yang beredar di Instagram. Walaupun memang, ‘racun’ itu bertambah kuat dari omongan kawan-kawan saya yang tinggal di Wonogiri.
Awalnya saya hanya ingin melihat foto-fotonya, tapi kemudian rasa penasaran itu semakin kuat. Selanjutnya, kalau saya sudah berburu koordinat dan memasukkannya ke dalam note, itu artinya suatu saat jika ada kesempatan saya pasti meluncur ke sana.

Monday, September 5, 2016

Mengganti Lensa Xiaomi Yi dengan Lensa GoPro


Awalnya saya tidak punya cita-cita membongkar kamera Xiaomi Yi yang saya punya. Nahas lensa bawaan Yi ternyata tergores dan bekas goresannya sangat mengganggu di hasil foto. Mau tidak mau saya memberanikan diri untuk mengganti lensa bawaan Yi dengan lensa part dari GoPro.

Tidak perlu berpanjang lebar kenapa saya harus memilih lensa ini. Alasannya lensa harus ganti, dan yang mudah mendapatkan adalah dengan membeli lensa GoPro lengkap dengan dengan docknya. Itu saja. Sebelumnya, saya memang bukan termasuk orang yang maniak otak-atik gadget maupun perangkat elektronik. Namun untuk kali ini saya memberanikan diri membongkar Yi saya, bukan karena sok pinter atau gimana, tapi saya memberikan saran bagi yang ingin membongkar kamera Yi untuk ganti lensa atau refocusing silakan tonton tutorialnya di youtube. Sangat simpel, dan saya yakin orang yang tidak paham eletronik pun bisa melakukannya asal sesuai dengan arahan dari youtube.

Selesai melakukan penggantian lensa, tahap selanjutnya yang cukup membutuhkan ketelitian adalah saat focusing. Sebaiknya menggunakan layar yang besar ketika memfokuskan lensa. Sambungkan Yi dengan laptop agar kita bisa memantau seberapa tajam gambar yang ditampilkan. Jika sudah paling tajam maka tinggal dilem kemudian tutup kembali.

Jika saya ditanya, apa aksesoris yang harus dibeli petama kali? Maka bagi saya tutup lensa. Jangan sampai deh lensa ini nggores lagi. Aksesoris apa selanjutnya? Tergantung kebutuhan masing-masing orang. Semoga bermanfaat.[]

Monday, July 11, 2016

Nglanggeran, Gunung Aman untuk Pemula (bonus video)


Mohon maaf saya haturkan kepada para senior, bukan bermaksud menggurui, ini hanya sekadar share bagi teman-teman semua yang memang sama sekali belum pernah merasakan naik gunung. 
Saya bukan seorang pendaki gunung yang hebat, saya hanya penyuka fotografi dan jalan-jalan yang kebetulan pernah merasakan naik gunung. Saya yakin semua sepakat, perjalanan naik gunung mengajarkan banyak hal berharga dalam hidup. Bonusnya, tentu saja pengalaman dan pemandangan yang luar biasa indah yang kita dapatkan. 

Thursday, July 7, 2016

Air Terjun Kedung Grujug


Sebelum saya menuliskan seperti apa kondisi Kedung Grujug, ada baiknya saya sampaikan dulu bahwa tempat ini biasa saja, jangan berekspektasi terlalu tinggi, takutnya dikira PHP. Hehe

Mungkin banyak orang yang menyampaikan bahwa Kedung Grujug adalah miniatur niagara, wisata baru di Sragen, dsb. Jangan berharap banyak dulu akan menemukan pemandangan yang memukau. Air terjun ini memang kecil dan bersumber dari aliran air sungai yang bisa dikatakan biasa saja. Tapi apakah tempat ini tidak recomended untuk dikunjungi? Nanti dulu.

Renungan Pertengahan 2016


Ramadan tahun ini puasaku sudah bolong 3 hari. Tapi hal ini bisa aku syukuri karena tidak hanya bolong, tapi menjadi pertanda banyak hal. Pertanda bahwa sebagian impianku terwujud saat ini, pertanda bahwa fisikku tidak mungkin untuk dipaksakan lagi, pertanda aku harus lebih banyak bersyukur lagi dengan apa yang sudah ada.

Tuesday, June 21, 2016

Plus Minus Nikon Coolpix L820


Kenapa harus Nikon Coolpix L820? Kenapa bukan kamera seri lain? Tiap orang pasti punya alasan masing-masing dalam memilih sebuah kamera. Sedikit cerita ini semoga bisa menjadi  bahan pertimbangan bagi yang ingin cari kamera sejenis.

Saat ini saya memang sedang butuh yang seperti ini. Kamera ringkas dengan sensor cmos, zoom panjang, wide-nya cukup terasa, video full hd, dan satu hal lagi yang paling penting - menggunakan baterai 4x AA. Kalau kepinginnya sih pengin mirrorless fujifilm, tapi berhitung anggaran juga. Hehe.

Thursday, June 16, 2016

Mampir Makan ke Magetan


Tuas gas Verza modif touring yang kukendarai terasa mantap siang itu. Tanjakan demi tanjakan dapat dilalui dengan ringan sebelum kemudian macet di tanjakan di atas Tawangmangu menyendat perjalanan kami. Akhirnya gantian posisi yang riding di depan. Lama tak pegang motor berkopling membuat saya harus beradaptasi terlebih dahulu. Ketika macet parah di tanjakan saya belum mampu menguasai dengan sempurna. Ya sudah, jangan dipaksakan. Hehe.

Cukup lama aku tidak melewati jalanan ini, sekadar untuk jalan-jalan maupun untuk naik ke Lawu. Ada banyak hal yang membuatku lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan dan membuang banyak peluang waktu senggang. Tapi ketika ada tawaran untuk menemani jalan-jalan salah seorang sahabat lama, aku bersedia. Kapan lagi? Mumpung bisa waktunya.

Saturday, March 19, 2016

Pulau Kecil di Tengah Waduk Cengklik


Ahad pagi itu saya tiba-tiba kangen untuk ke Waduk Cengklik. Berharap keajaiban untuk mendapatkan view sunrise yang menentramkan hati. Walaupun ternyata tidak, ada hal seru yang saya dapatkan pagi ini. Lagi-lagi saya ke sini, sendiri. Selepas sholat subuh saya segera memacu motor membelah lengangnya jalanan Kota Solo di pagi buta. Tiba di Waduk Cengklik juga masih dalam keadaan gelap gulita. Dalam remang-remang cahaya lampu kelihatan beberapa orang yang masih tidur beralaskan tikar dan beratapkan langit lepas.

Sunday, February 14, 2016

Catatan Senja Segalanya




Sepekan dari tanggal 7 Februari 2016, hari di mana aku haru belajar arti penerimaan hidup, aku kembali ke tempat ini. Kemuning. Bukan demi apa-apa bukan dengan siapa-siapa. Aku harus menata hidupku lagi. 

Duduk sendirian menghadap hamparan perkebunan teh aku kelihatan aneh. Semua orang di sini bahagia. Mereka duduk bertiga hingga berlima bercengkerama. Ada beberapa yang menyanyikan lagu dengan gitarnya, beberapa lagi sibuk selfie dengan tongsisnya, selebihnya menikmati santapan dari warung sederhana yang ada di kanan dan kiri jalur. Aku? Aku mungkin sudah lupa caranya bahagia. Aku hanya bertahan dan aku harus kuat bertahan.

Dua hari sebelumnya hujan lebat di mana-mana, hari ini matahari sore sedikit menampakkan diri. Aku membiarkan terpapar matahari sore dan angin sepoi-sepoi di kaki Gunung Lawu ini. Sesekali aku memotret setengah hati. Menggunakan format RAW berharap nanti di rumah bisa diolah jika mau. Lalu kembali menatap hamparan yang masih sama sejak tadi.

Melakukan perjalanan seorang diri memang tak akan mampu menyelesaikan semuanya, setidaknya dengan sendiri aku berharap bisa sedikit memperbaiki suasana hati. Aku masih bisa bertahan hingga beberapa waktu ke depan. Semoga. Jika ini belum mampu mengobati maka aku akan naik gunung lagi, sendiri. Aku punya banyak foto dan video, namun aku malas untuk posting di facebook. Aku punya banyak stok foto bagus namun aku tak mau ganti foto DP BBM dan WA. Aku rasa aku akan tetap bertahan seperti ini. Jika aku tak sanggup membuat orang lain bahagia, maka biarkan aku tidak membuatnya berduka. 

Janji adalah janji. Sepekan yang lalu aku tepati janji itu. Biar aku seperti ini hingga menemukan kembali arti kebahagiaan itu, atau kebahagiaanku adalah melihatnya bahagia. Cukup. Dan aku tak akan menyesali kehidupan ini jadi seperti apa pun keadaannya.

Tuesday, January 19, 2016

Pantai Watu Karung



Gerbang Selamat Datang Wonogiri sudah kelihatan, artinya saatnya mengaktifkan aplikasi Sygic lalu memilih lokasi favorit yang kemarin sudah kutandai dan meletakkannya di dashboard mobil. Tidak perlu menunggu lama, satelit sudah locked dan perjalanan selanjutnya tinggal menatap layar smartphone sampai tiba di halaman rumah lokasi tujuan.

Pagi ini (17/1) aku bersama keluarga berangkat ke Pacitan. Tepatnya berada di Dusun Tengkil, Watu Karung, Pacitan. Adik sedang KKN di sana. Jadi pagi ini kami dolan sekaligus nengok kabar mereka yang sedang KKN di desa pesisir tersebut.

Smartphone dengan perangkat navigasi GPS sekaligus Glonass memang memberikan pengalaman berpetualang yang mengasyikkan. Bagaimana tidak, di dalam mobil yang sedang melaju cepat dan smartphone dalam keadaan flight mode hanya butuh beberapa detik untuk bisa lock satelit. Smartphone kecil layar 4" keluaran ASUS ini memang handal urusan navigasi. Enggak salah kemarin memang beberapa hari pengin beli smartphone ini. Selain harga terjangkau, ukurannya yang kecil cukup mudah untuk masuk saku. Hanya satu yang sebenarnya kurang menurutku, kapasitas baterai yang minim menjadikan ke mana-mana harus siap Power Bank.

Sunday, January 3, 2016

Memulai 2016


Pagi itu langit sedikit mendung. Walaupun tidak tampak tanda-tanda akan segera hujan, tetapi sunrise pertama di awal tahun 2016 mungkin tidak akan kelihatan. Tahun ini, sama dengan tahun-tahun sebelumnya, aku tak pernah tertarik untuk keluar malam hari menantikan detik-detik pergantian tahun. Bagiku, perasaan tenang damai pagi hari lebih indah dari hingar bingar malam pergantian tahun.

Selesai solat subuh aku mengambil tripod dan kamera lalu bergegas keluar dengan motor. Sisa-sisa tahun baru masih tampak. Sampah berserakan belum sempat dibersihkan oleh petugas DKP, jalanan lengang karena lebih banyak orang yang terlelap tidur setelah semalam tadi begadang. Satu dua pedagang masih sibuk membereskan warungnya.

Tepat di depan jalur flyover Palur yang baru kini aku berdiri, dengan tripod dan kamera jadul Lumix LX3 memotret jalan layang yang baru selesai dibangun ini. Sendirian. Merenung.

Tahun ini apa yang ingin aku capai? Jika tahun 2015 kemarin aku masih kelabakan kesana-kemari menata hati, tahun ini aku tidak ingin seperti itu lagi. Cukup sudah. Saatnya memulai kehidupan yang baru. Aku berjanji tahun ini aku akan serius menata hidup. Aku ingin tahun ini hidupku lebih jelas, akan ke mana, bersama siapa.[]