Sunday, December 6, 2015

Review Samsung WB150F WiFi (Mobile Posting)




Saya bukan seorang gadget reviewer atau apalah itu, namun setelah saya buka kembali koleksi foto yang ada di komputer, ternyata ada cukup banyak kamera yang sudah pernah saya gunakan. Karena itu, saya ingin menuliskan review singkat tentang beberapa kamera tersebut. Tapi bukan kamera baru ya, karena sudah menjadi kebiasaan bahwa saya lebih senang beli kamera bekas yang masih bagus sehingga nanti jika pengin ganti tinggal dijual aja.


Mulai dari Samsung WB150F ini. 
Berdasarkan review yang saya baca, kamera ini termasuk kategori smart camera karena sudah ada koneksi wifi di dalamnya. Dengan koneksi tersebut kita bisa langsung transfer foto dari kamera ke smartphone. Selain itu wifi juga bisa digunakan untuk menekan shutter lewat smartphone (remote). Apakah ini sesuatu yang keren? buat saya iya. Fitur ini sangat bermanfaat bagi orang yang suka eksis di sosial media atau seorang penulis, blogger dan sejenisnya yang membutuhkan kemudahan transfer foto dari kamera ke gadget tanpa harus melalui komputer atau laptop.

Apa kelebihan lainnya? 
Body
Dari segi bahan ya memang tidak terlalu kelihatan kuat, standar lah menurut saya untuk kamera saku biasa. Kalau dari model cukup bagus, nggak aneh atau terkesan dipaksakan. Tombol dan lain-lain mudah diakses dan rapi.
Zoom
Delapan belas kali zoom itu sudah cukup untuk sekelas kamera saku. Kamera ini sudah mampu untuk memotret bulan loh, walaupun urusan ketajaman ya bisa dikatakan sangat kurang.
Manual Mode
Fitur ini hampir menjadi wajib dalam pilihan kamera saku yang saya gunakan. Tanpa pengaturan 
shutter speed, bukaan, maupun ISO, rasanya seperti dipaksa menelan makanan yang tidak kita sukai tanpa boleh protes :D pengaturan manual menjadikan banyak hal jadi lebih indah soalnya.

Kekurangannya?
Kualitas foto
Kualitas foto terlalu standar, di bawah ekspektasi saya sebelum memegang kamera ini. Apalagi ketika dalam mode smart, kamera akan menyesuaikan dengan keadaan saat itu dan kita tinggal klik, jadi. Hasilnya? sangat tidak memuaskan. 
Low Light
Dalam kondisi low light menggunakan mode auto hasilnya sangat buruk, hampir sama dengan jepretan handphone murah, detail yang ditangkap sangat minim. Harus disiasati dengan menggunakan model manual dan set di iso rendah, bukaan lebar dan shutter lambat baru hasilnya bagus. Konsekuensinya, kamera tak boleh goyang, harus diletakkan atau dipasang di tripod.
Roda untuk switch mode lemah
Yah, ini satu masalah lagi. Saya punya dua unit kamera ini (versi hitam dan putih) semuanya 
mengalami sedikit eror, sedikit loh ya, di bagian roda switch. Sesekali geser sendiri ke menu yang lain.

Jadi kesimpulannya?
Dengan harga yang cukup terjangkau dan untuk penggunaan sehari-hari kamera ini cukup asik. Selain konektifitas WiFi yang memudahkan banyak hal kamera ini memiliki zoom panjang.Cukuplah kalau hanya untuk meng-candid seseorang. Kualitas gambar mungkin smartphone mahal bisa mengungguli, namun tidak  untuk zoomnya :D 
Soal kualitas gambar memang cukup standar. Namun standar di sini ketika digunakan  dengan pengaturan yang tepat masih oke lho. Untuk keperluan dokumentasi sebagai pelengkap narasi 
berita di majalah masih sangat layak. Kalau digunakan untuk gambar khusus (untuk cover misalnya) menurut saya sih masih kurang. Hehe.[]

No comments: