Travelling Gratis Bali Lombok (Part 5)




Pagi ini seperti biasa, hawa kantuk masih menyerang. Saya sholat subuh agak kesiangan, lalu mandi dilanjutkan packing dan sarapan. Selepas sarapan masih ada kesempatan menyambangi lapak gelaran para pedagang kaos dan souvenir yang ada di halaman hotel. 



Bagi saya, mereka ini istimewa, kenapa? Karena seakan sudah menjadi budaya jika bepergian pasti ada banyak yang akan menagih oleh-oleh dan tempat belanja yang bermerek akan 'amat sangat menguras kantong'. 

Dan lagi, ketika kita ikut rombongan piknik tidak punya banyak kesempatan untuk sejenak memilah tempat mana yang akan kita tuju untuk beli oleh-oleh. Rombongan berhenti ya kita harus beli, ketika terlewat ya sudah berarti hilang kesempatan itu. Beruntung jika ada pedagang yang di hotel, selain harga dagangannya lebih terjangkau kita juga punya kesempatan melihat-lihat dengan lebih leluasa.




Selesai urusan belanjalalu masuk bus. Apa yang akan di tuju? Tinggal 1 objek lagi, dan lagi-lagi tidak maksimal. Hanya sekedar untuk tahu, itu saja. Kali ini yang menjadi terakhir adalah Pantai Lovina. 

Oke gak apa-apalah, yang penting sudah pernah kemari dan punya foto. 

Selama perjalanan pulang ini bus mengambil rute pegunungan. Hampir berhasil membuat saya muntah-muntah. Saya memang tipikal orang yang tidak mabukan selama perjalanan biasanya.haha biasanya, tapi karena yang sekarang ini saya sedang masuk angin maka perut rasanya sudah diaduk-aduk dan mulut jadi pahit semua. Tahan, tahan, tahan..akhirnya sampai di lokasi segera ditembak dengan Bint*ngin. Alhamdulillah mendingan, thanks to pak Benk atas obatnya.

Hal yang paling menjengkelkan dari guidnya adalah dia ngomong, "di pantai Lovina kita bisa lihat lumba-lumba tapi bukan di jam-jam sekarang. Kalo pengin liat lumba-lumba ya menginap disini, besok pagi sebelum subuh pake boat ke tengah laut ntar bisa liat lumba-lumba" glodakk..lha trus kenapa kita gak kayak gitu. 

Lagi-lagi tidak ada yang protes, memang mungkin di awal tidak ada pembicaraan mendetail seperti ketika dulu mahasiswa angkatan saya KKL ke Bali. Saat itu semua transparan, dari alokasi waktu, alokasi anggaran sampai berapa laba pihak Travel kita bicarakan dengan enak, sehingga ketika di lapangan tidak ada kejutan-kejutan yang gak menyenangkan semacam ini.

Perjalanan lanjut

Tidak ada yang sangat istimewa dengan penyeberangan ke tanah Jawa kali ini selain menikmati moment-moment menjelang akhir dari perjalanan ini. Malam hari masih makan di Rumah Makan satu kali lagi dan selebihnya menikmati tidur di dalam bus hingga Solo.

Alhamdulillah perjalanan yang baru untuk kami, pengalaman yang baru dengan cuma-cuma. Apakah luar biasa? Memang sudah saya duga, tidak akan senikmat jika jalan sendiri tapi tetap nikmat karena gratisan. Alhamdulillah 
(Selesai)









 


Comments

Popular Posts