Friday, October 24, 2014

Travelling Gratis Bali Lombok (Part 4)

Lama terjebak kesibukan sehingga postingan ini jadi 'terputus'. Sekarang siap untuk dilanjutkan lagi :)



Terapung-apung lebih dari 4 jam dalam kondisi gelap remang-remang. Tidak ada hal yang menarik selain menikmati suasana yang ada, ngobrol dengan orang di sekitar dan ketika capek bersantai dengan gadget. Setelah tiba di hotel rasanya lega, pengin cepet-cepet merebahkan badan sejenak setelah itu mandi air hangat dan minum teh manis.

Esok paginya cuaca mendung dan gerimis, suasana kesejukan Bali sangat terasa. Seandainya hotel ini memutar musik khas Bali, tentu akan memberikan kesan yang makin mendalam. Suatu saat jika orang mendengar musik yang sama akan merasakan seperti 'dejavu' - seketika teringat akan suasana kali ini.

Tujuan wisata hari ini adalah Istana Tampaksiring, istana kepresidenan yang ada di Bali. Menurut keterangan guide lokal Bali yang memandu perjalanan kami, perijinan untuk bisa mengunjungi lokasi yang satu ini tidak mudah. Perijinan harus sampai kepada pemerintah pusat di Jakarta, kalau tidak bisa dipastikan rombongan tidak akan boleh masuk. Bahkan pintu gerbang tempat ini dengan standart keamanan khas militer, dengan gerbang berlapis dan terdapat semacam jembatan besi yang salah satu sisinya terangkat, yang tidak mungkin untuk ditembus langsung dengan bus, truk, dan sejenisnya sekalipun sudah bisa menjebol gerbang utama. Yap, istana harus dijaga dan di pastikan aman.

Di dalam istana ini setiap sudut ada cctv, demi keamanan. Tiap rombongan wisatawan akan diberikan pengarahan terlebih dahulu, kemudian mengelilingi lokasi istana dibersamai 3 orang pemandu. Satu orang di depan, satu orang membersamai sambil memberikan penjelasan dengan megaphone, dan yang paling belakang memastikan bahwa tidak ada seorangpun dari rombongan ini yang tercecer.

Ada satu barang yang ada di dalam istana ini yang cukup mengusik rasa penasaran saya, di bagian belakang ada satu buah patung Barong. Entah kenapa saya melihat patung ini cukup magis, seperti ada ruhnya, entahlah tapi rasanya tidak nyaman jika sendirian di dekat patung ini. Penakut kali ya saya.hahahaha

Lepas dari Tampaksiring masih mengunjungi 2 obyek wisata lagi, namun rasanya badan mulai tidak enak. Seperti orang kecapekan, hawanya pengin istirahat saja. Dua lokasi berikutnya saya tidak ikut masuk, hanya duduk di luar dan kembali ke dalam bus. Lagipula yang jadi masalah pihak travel seenaknya mengganti tujuan wisata, harusnya kemana diganti kemana, alasannya ada saja. Ya sudahlah.

Malam hari kembali ke hotel rasanya sudah gak karuan, benar-benar masuk angin. Ini sebenarnya hal yang harus sangat-sangat dihindari. Ada momen dan kesempaan istimewa namun kita tidak bisa menikmatinya adalah hal yang sangat menyedihkan, tapi apa mau dikata. Malam hari aku segera mandi air hangat, minum teh panas dan tidur. Berharap esok sudah lebih baik lagi.













No comments: