Saturday, July 5, 2014

Travelling Gratis Bali Lombok (Part 2)

persiapan untuk penyeberangan 5 jam
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk memakan waktu sekitar 1 jam kurang dkit. Kapal ferry memang.menyediakan ruangan duduk di dalam kapal tapi kebanyakan memilih diluar untuk merasakan terpaan angin laut dan melihat pemandangan karena kebetulan matahari sudah bersinar dengan cerahnya, lebih tepatnya panas.. Tiba di Gilimanuk lanjut perjalan darat menuju pelabuhan Padang Bai untuk menyeberang ke Lombok. 

Sebelumnya mampir di salah satu rumah makan dan resort untuk istirahat makan siang, sholat dan mandi bagi yang mau, tetep..jangan lupa bayar ya. Rata-rata disini ke kamar mandi bayar 2.000. Kira-kira enakan sholat dulu apa makan dulu? Kami memilih untuk makan dulu baru sholat dan istirahat. Urusan makanan kita ngambil komplit namun porsinya dikit-dikit. Karena pejalanan jauh perut terlampau kenyang sama sekali gak nyaman, dan juga sudah pasti dapet makan sehari 3 kali. Lapar pun masih bisa di toleransi. Di Bali, memang umat Islam minoritas. Yang banyak memang Pura, kalau ada Masjid atau Mushola memang sedikit jumlahnya, itupun kecil. Kebayang gimana ngantri sholat 6 bis di 1 Mushola kecil, sehingga sengaja ketika berangkat keponakan saya bawa matras gunung. Gelar di taman, sholat disini. Selesai..simpel 

Wednesday, July 2, 2014

Travelling Gratis Bali Lombok (Part 1)


Siapa yang tidak suka dengan piknik, jalan-jalan, liburan dan sejenisnya? Apalagi kao gratisan, wuihh ibarat lagi mimpi trus tiba-tiba bangun dari tidur dan mimpi itu terwujud. Seneng bukan main. 

Seperti itulah yang saya rasakan beberapa waktu lalu, pagi-pagi dapat tawaran tiket gratis travelling bali lombok. Ya gratis tis, makan, transportasi, penginapan, tiket masuk lokasi dan sejenisnya udah ada yang nanggung (include dalam tiket tersebut) dan jumlahnya 3 tiket, artinya saya masih bisa mengajak 2 orang kawan. Semua karena korban atau dampak peraturan Mentri Pendidikan yang mewajibkan penataran kurikulum baru bagi guru SD harus rampung sebelum puasa. Sehingga orang tua saya yang kena peraturan, jauh hari sudah mempersiapkan piknik bersama koperasi guru-guru ahirnya merelakan tiketnya untuk saya. Alhamdulillah, semoga lain waktu dapat ganti buat bapak ibu saya.