Thursday, January 16, 2014

Hunting foto Kemuning Karanganyar


Suatu malam iseng-iseng saya mampir ke web Landscape Indonesia, yang memang meracuni dengan hasil jepretan foto-foto yang luar biasa cantik dengan tema landscape. 

Ternyata jargon "meracuni" itu memang benar, saya teracuni. Malam itu juga saya langsung menyiapkan kamera, tas dan tripod dalam kondisi ready dan mudah dijangkau. Menyiapkan jaket, dompet, uang, ponsel, kontak sepeda motor. Besok pagi meluncur ke arah Kemuning. 

Pagi hari ketika Masjid di sekitar saya mulai ada yang adzan saya bergegas mengenakan perkap membawa peralatan dan berangkat. Sholat subuh di SPBU daerah Karanganyar. Selepas sholat cek bensin masih cukup, langsung meluncur ke arah Ngargoyoso. Ah, ternyata aku masih sama dengan style ku beberapa waktu dulu ketika sedang skripsian. Mbolang seru itu sendirian, kalo barengan banyakan ribetnya. Jadilah pagi ini saya juga meluncur sendirian. 

Sunrise Waduk Mulur

waduk mulur pagi itu

Tidak semua "wisata" itu mewah dan harus merogoh kocek dalam-dalam. 

Menurut saya "wisata" itu yang penting kita bisa refresh menikmati nuansa yang berbeda, pemandangan yang berbeda itu sudah cukup. Waduk mulur ini merupakan salah satu alternatif yang bisa kita kunjungi dan tentu saja biaya murah. 


Masuk harus bayar? tentu tidak. Saya kesini hanya butuh modal motor dan bensin sekitar 1 liter lebih dikit. Waduk ini merupakan salah satu waduk kecil yang fungsi utamanya bukan pariwisata sebenarnya, namun tak ada salahnya tempat ini jadi lokasi wisata.


keramba milik masyarakat

Berangkat kesini pagi-pagi menyenangkan, perjalanan tidak panas, sampai disini masih sepi, baru ada beberapa masyarakat yang beraktifitas mengolah tambak ikannya dan ada beberapa yang memancing. 

Sukur-sukur dapet moment sunrise, namun kebetulan sunrise pagi ini terhalang mendung dan hanya dapet sedikit cahaya yang menyala cukup bagus. Sebentar saja, tidak lebih dari 2 menit lalu langit menjadi biasa lagi. Ah, memang moment sunrise atau sunset itu sesuatu yang langka untuk bisa diabadikan dengan baik.


salah satu sudut yang lain

Setelah hari menjelang siang saatnya pulang, sebelum matahari bersinar panas ataupun mendung berubah menjadi hujan. Refresh sudah, saatnya kembali ke pekerjaan dan kesibukan seperti biasa.

Bukit Joglo (Landasan Gantolle Wonogiri)

Cukup sering mendengar nama tempat ini, namun rasa penasaran yang saya coba puaskan dengan googling belum menemukan jawaban yang pas di hati. Saat itu belum banyak yang menuliskan tentang lokasi ini, karena sebenarnya ini bukan lokasi wisata seperti waduk, pantai, taman bermain, dsb. Tujuan dibangunnya tempat ini adalah untuk latihan terbang Gantolle.

Langsung ke inti cerita, dari info yang saya dapat lokasinya dekat dengan Waduk Gajah Mungkur. Ya, hanya itu informasi yang saya dapat dan kemudian saya putuskan untuk berangkat mencari lokasi ini.

Tanggal 10 September 2013, siang hari saya menyiapkan kamera prosummer yang sekarang sudah laku terjual, slayer, kacamata hitam, sarung tangan, jaket, minuman, dsb. Sama seperti kebiasaan saya sebelumnya, pergi tanpa planning kecuali 5-10 menit menjelang keberangkatan. Ternyata memang tepat seperti apa yang telah di beritakan dalam beberapa artikel hasil googling saya. Gapura tepat berada di kanan jalan sekitar 2 km sebelum pintu lokasi Waduk Gajah Mungkur. Tidak sesulit yang saya bayangkan di awal, karena memang lokasi ini tepat di tepi jalan dan di gapura sudah ada tulisannya. 

Rute selanjutnya adalah perjalanan menanjak, di kanan kiri jalan isinya ladang dan perkampungan. Kondisi jalan cukup rusak, tanjakan secara umum mudah namun tetap saja ada beberapa titik yang berat untuk motor bebek 100cc ini. Ada 1 hal yang terlintas dalam pikiran saya waktu itu, kenapa jalanan rusak seperti ini tidak diperbaiki? 

Mungkin, karena jalan ini adalah jalur utama menuju landasan Gantolle, yang notabene bukan tempat wisata umum yang mampu menyedot banyak pengunjung, turis dan rombongan dengan bus seperti di Waduk Gajah Mungkur. Sedangkan para pegiat gantolle jika melintasi jalan ini dengan mengendarai mobil, apalagi jika mobil adventure 4x4 dan sejenisnya untuk rute seperti ini bukan masalah. Masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur ini, sama sekali tidak masalah karena memang sudah terbiasa sehingga praktis prediksi saya mengatakan belum akan ada perbaikan jalan ini dalam waktu dekat.