Friday, July 12, 2013

Aplikasi Android Google My Track untuk mendaki

Kali ini saya ingin sedikit mereview tentang salah satu aplikasi andorid yang bisa kita gunakan untuk membantu pendakian, trekking, petualangan atau apalah itu. Aplikasi ini dari Google, yang dikasih nama Google My Track dan tentu saja bisa kita download secara gratis di Play Store.

Review ini berdasarkan pengalaman saya mendaki ke Puncak Lawu kemaren. Karena itu pendakian saya yang pertama maka saya berusaha melakukan prepare dengan sebaik-baiknya, termasuk juga untuk urusan navigasi. 

Ah, mungkin terlalu berlebihan jika disebut prepare navigasi dengan baik, karena yang saya lakukan hanyalah cukup ngajak orang yang sering naik ke Lawu untuk jadi guide dan pasang aplikasi Google My Track ini di ponsel android saya, Samsung Galaxy Young.

Kenapa saya memilih ini? Bukan kenapa-kenapa, tapi karena saya kurang begitu interest mengoprek android dan pasti bisa disimpulkan bahwa Samsung Gayung ini masih dalam kondisi standart, belum pernah root, belum pernah di custom macam-macam karena kabel datanya pun hilang entah kemana. 

Aplikasi gps yang mumpuni dan cukup terkenal di kalangan pengoprek android tentu bisa memberikan layanan yang lebih lagi dibandingkan dengan apa yang saya dapatkan karena pemalas ini. Namun yang ingin saya lakukan dengan aplikasi ini adalah yang paling utama adalah, bisa merekam jejak jalur yang sudah saya lewati, dan nantinya jika dalam keadaan darurat tersesat dan sebagainya bisa menelusuri jejak yang sudah terekam dalam ponsel saya ini.

Sebelum membawanya ke gunung sudah saya uji coba dulu di daratan, saya masukkan kantong celana lalu saya bawa motoran dari Solo- Karanganyar- Sukoharjo- Wonogiri- Solo lagi. Sempurna. Aplikasi ini merekam semua jejak jalur yang sudah saya lewati dengan detail tanpa putus, tanpa koneksi paket data. Hanya mengandalkan gps.


Langkah selanjutnya adalah menyaksikannya dalam google map. File yang dihasilkan dari aplikasi ini berbentuk .kml dan bisa kita sinkronisasi melalui akun google drive kita lalu buka deh hasilnya. Oke sipp berhasil, saatnya dicoba di gunung.

Saya masuk jalur pendakian lawu melalui pintu Cemoro Sewu, Magetan. Sudah jalan beberapa saat baru ingat, ternyata gps belum saya nyalakan. 

Akhirnya dalam perjalanan mulai menyalakan gps. Belum nyampe setengah jalan dari puncak koneksi gps putus, waduhh...tak tau lah ini karena penerimanya lemah atau memang jika tertutup pohon lebat dan tebing langsung hilang. Ya sudahlah, mari di hidupkan lagi. 

Untuk kali kedua ini cukup lama, tapi akhirnya putus lagi. Dan karena tidak selalu saya pantengin layarnya jadi sampe gak tau kalo udah putus. Saat itu saya masukkan saku baju agar lebih terbuka dan berada diatas dibanding dengan saku celana – dalam pikiran saya.

Setelah putus yang kedua kalinya ini akhirnya malas untuk saya lanjutkan lagi, karena saya pikir masih aman ada 2 orang yang sudah paham jalur Lawu dalam barisan saya.

Dari segi baterai, posisi merekam ini juga lumayan menyedot daya walaupun tidak sebanyak jika kita gunakan untuk internetan atau game. Ditambah lagi pendakian kali ini banyak istirahatnya karena ada salah satu teman yang kakinya sakit, sehingga jika diteruskan pun baterai tidak akan cukup untuk merekam sampai puncak dan track back sampai bawah. 

Next perlu dibekali lagi dengan Power Bank agar lebih joss.


Next Insya Alloh setelah lebaran akan saya uji cobakan di Merapi, semoga kesampaian. Amiin..

No comments: