Review Canon Power Shoot A580

Setelah lama dan lama sekali tak posting di blog ini, akhirnya pada malam hari ini berkesempatan untuk menulis lagi. Kemaren-kemaren masih berjuang untuk bisa lulus, alhamdulillah sekarang sudah bisa lulus dan tinggal menunggu waktu wisuda.

Untuk tulisan pertama setelah sekian lama vakum dari dunia bloging, saya ingin mereview sebuah kamera lawas yang pernah menemani beberapa petualangan yang pernah kualami. Langsung saja, ini adalah Canon PSA 580, kalau mau dikatakan review sudah amat sangat terlambat, ini bukan gadget baru. Namun jika hanya share penggunaan saja tak masalah.

Kamera ini saya dapatkan dengan harga murah saja, cukup 350 ribu dan saya bawa pulang. Sempat ragu dengan kondisinya yang memang sudah agak jadul, di bagian lensa agak sedikit berkabut, untuk melakukan zoom suara lensanya teramat berisik bahkan saya khawatir kalo tiba2 seret dan macet. Tapi overall selama ini baik-baik saja.
Langsung ke plus minus agar lebih singkat pembahasannya:







Plus:

  1. Harga terjangkau sudah pasti, karena beli seken dan ini kamera keluaran tahun 2009 kalau tak salah.
  2. Kualitas Canon, dan saya sudah bandingkan dengan Olympus FE 310 saya lebih pilih ini dari segi kemampuan zoom, kestabilan pengambilan gambar ketika zoom jauh maupun penggunaan modus makronya.
  3. Ada fitur Long Shutter, dimana dengan fitur ini kita bisa membuat foto track cahaya dari lampu motor atau mobil pada malam hari dengan indah.
  4. Pengaturan manual yang sangat leluasa, walaupun tidak bisa mengatur shutter speed dan aperture namun pengaturan iso, intensitas cahaya dan yang lainnya cukup untuk ukuran kamera lawas
Pengaturan Long Shutter
Minus:
  1. Kemampuan sensor menangkap warna kurang begitu istimewa
  2. Lubang dudukan tripod berada di tepi bukan ditengah, cukup mengganggu ketika menggunakan tripod mini kadang bisa miring dan jatuh
  3. Yang lainnya saya tidak bisa mengomentari karena bukan pengguna sejak dari baru
Kesimpulannya, kamera ini kamera lawas dan sudah pasti discontinue. Namun untuk urusan dokumentasi standart tak ada masalah, bahkan harga 350 itu sudah sangat istimewa menurut saya, karena setelah itu saya tidak lagi menemukan dijual di forum jual beli. Namun pada akhirnya tak ada yang statis, hidup harus berkembang jadi lebih baik lagi. Dan kamera ini sudah laku saya jual untuk menambahi beli kamera prosummer Fujifilm Finepix S2950. Untuk ulasan prosummer ini next time setelah saya menguasainya...
Berikut adalah beberapa jepretan dengan kamera si jadul A580, tanpa editing hanya resize saja, semoga berkenan
Sunset Waduk Lalung
Pantai Klayar
Makro dengan Miniatur Borobudur

Comments

Popular Posts