Monday, August 6, 2012

Jembatan Gantung Selo


Perjalanan kali ini dilatarbelakangi karena cuaca Solo yang gerah, panas, dan sedang gak nyaman. Jumat siang tanggal 3 Agustus 2012 selepas jumatan pingin tidur, tapi karena rasanya serba gak nyaman maka tiba-tiba terbayang suasana daerah Selo - Ketep yang segar dan sesekali gerimis berkabut, hemmmmm...nyamannya, jadi pengin kesana lagi. Lalu jadi teringat bahwa saya masih punya hutang untuk mengunjungi jembatan gantung yang dulu terakhir saya lihat baru dibangun. Pas banget nih, itung-itung bayar hutang penasaran saya berkemas lalu berangkat.

Tak ada persiapan istimewa untuk perjalanan jarak dekat, ya seperti berangkat ke kampus biasa. Selanjutnya engine on, berangkat pukul 13.30 siang hari menembus cuaca Solo yang panasnya minta ampun. Tak ada yang istimewa dengan rute berangkat, semua serba ruwet, lalu lintas, orang yang berkendara semaunya, dan masih banyak lagi. Tak ada yang istimewa untuk diabadikan. 

Rute yang diambil seperti biasa, melewati Joglo - Manahan - Asrama AURI - tembus ke jalan Boyolali Semarang. Pertigaan arah Selo masuk, dan udara masih sama saja panasnya disini. Perjalanan mulai menyenangkan ketika jalan sudah menanjak, melewati patung sapi kecil, patung sapi besar, lanjut ke pasar. Masuk gerbang selamat datang di Selo udara mulai segar. Inilah yang kurindukan, sepoi angin berhembus pelan dengan dingin khas kaki pegunungan. Menepi sejenak, buka helm pejamkan mata...Emhhh indahnya Indonesia. Wekekeke, ternyata jembatan yang tak cari udah dekat. Oke lanjut gan...

INILAH JEMBATAN GANTUNG ITU
Bagi yang mau nyari lokasi ini, bisa dicek di koordinat S 7.50095 E 110.43773 (hehe...hape 2nd bisa mbantuin juga nentuin koordinat, alhamdulillah). Kalo ditanyakan berapa panjangnya waduh lupa, tepatnya bingung, sekitar 20-25 meter. Wah, jadi bengong2 sendiri, karena ternyata diluar perkiraanku semula. Dulu pas dibangun sempet kepikiran mesti ini jembatan kayak jembatan di kota pada umumnya, setelah landasan ya diatasnya diaspal, eh buset ternyata enggak. Sempet ngeri juga ngeliatnya karena tak pikir ini cuma rangka-rangka diatasnya ditaroh plat. Lah, nanti kalo keinjek platnya meleset, wassalam nyebur jurang. Tapi cuma saya yang terlalu lebay...namanya jembatan ya pasti udah diukur dengan bener.


DATA TEKNIS JEMBATAN
- Ketinggian Maksimal 2 m (lebih dari itu kejedot portal)
- Beban Maksimal 3 ton (lebih dari itu jembatan rubuh...eh, salah, cepet rubuh maksudnya)
- Kecepatan Maksimal 15 kpj (lebih dari itu rawan terpeleset lalu kecebur)
- Mobil dilarang berhenti di jembatan (karena muate emang satu mobil aja)
- Dll

Jembatan ini dibangun bekerjasama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), mungkin maksudnya jika ada erupsi merapi dan sejenisnya jembatan ini bisa menjadi jalur cepat untuk evakuasi, tapi semoga gak batuk-batuk lagi merapinya. Tapi yang namanya persiapan itu lebih baik, antisipasi terhadap kemungkinan terburuk. Okelah tak perlu beralama-lama untuk merasakan jembatan ini.

Brummm, melaju perlahan terdengar suara "glak-glak-glak" tiap lempengan jembatan yang keinjek bunyi, waduhh seremnya. Tapi gak terlalu keras juga sih suaranya, kedengeran keras karena yang lewat takut duluan. Nyampe diseberang jembatan niatnya pengin menjelajah lebih jauh lagi kira-kira nanti tembusnya sampe mana. Tapi berhubung sudah jam 15.30 ya, mungkin lain waktu saya akan kesini lagi. Sekarang saatnya menepi, duduk bengong menghadap jembatan, nunggu ada motor dan mobil lewat trus ngeliat gimana jembatan ketika dilewatin mereka. Oke, pertama lewat motor, hmm biasa aja. Lalu mobil pick up tapi tanpa muatan, suaranya sama kayak kelewatan motor cuman ini agak kenceng dikit suaranya. Terakhir ngeliat pick up full muatan pasir, Alamaaakkkk...jalan belom ada setengah, ujung jembatan yang tak injek mentul-mentul alias seluruh jembatan bergerak teratur tapi lumayan serem juga, kepikirane rubuh-enggak-rubuh-enggak.hehe

Okelah, kayaknya cukup dulu untuk sore ini. Satu impian yang tak list untuk dikunjungi sudah tercapai sore ini, jembatan gantung Selo. Pulang penuh rasa syukur...Alhamdulillah, perjalanan kali ini menyenangkan. Saatnya menikmati perjalanan pulang, jalur ini selalu menyenangkan untuk dikunjungi ketika suntuk dan pengin mencari kesegaran. Mungkin laen kali aku ingin ngopi di keteb ketika sepi.hhee

Total perjalanan 102 km dengan konsumsi bensin < 10.000
Dan juga tanpa konsumsi personal (lagi puasa)

Thanks bagi yang udah mampir dan mau baca cerita gak penting ini, karena ini adalah sesuatu yang menyenangkan maka saya tulis disini siapa tau ada orang yang juga punya kesenangan yang sama :D

2 comments:

Supangat Widodo said...

Mantap gan artikelnya

Taufik said...

Terimakasih...
kalo kesini bisa mampir ke jembatan.hehe sekedar ngadem :)