Monday, April 30, 2012

TREKKO SEPEDA LISTRIK (Review Trekko Nexus)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas tentang sebuah alat transportasi “harapan masa depan”, yaitu sepeda / motor dengan tenaga listrik. Saya tulis “harapan masa depan” karena sering kita mendengar bahwa bahan bakar fosil lama kelamaan akan segera habis dan energi listrik sebagai alternatif penggantinya. Namun pada kenyataannya belum banyak yang menggarap ini dengan serius, jadi lebih tepat dikatakan bahwa ini masih menjadi harapan.

Aki dibawah jok
Lanjut ke tema, Trekko adalah salah satu merek Sepeda yang menggunakan energi listrik (berasal dari aki) yang pada awalnya kemunculan sepeda listrik ini didominasi oleh seri yang bentuknya mirip sepeda mini atau sepeda keranjang seperti yang sering digunakan oleh ibu-ibu namun bergerak menggunakan energi listrik, tapi dilengkapi pedal juga untuk mengayuh jika dalam perjalanan listrik habis. Kemudian pada perkembangannya ada beberapa jenis sepeda listrik yang dari bentuk dan fitur mendekati motor matic.

Untuk Trekko Nexus ini berjenis full matic (ini istilah saya sendiri), artinya sudah tidak dilengkapi dengan pedal untuk mengayuh. Ada kelebihan dan kekurangan memang, jika dilihat dari tampilan maka 90% mirip dengan matic yang ada di pasaran jadi jika ditambahi pedal justru mengurangi kesan keren di tampilannya. Namun yang jadi masalah ketika kehabisan baterai maka mau tidak mau harus menuntun, mendorong atau minta tolong sepeda motor untuk menariknya agar bisa pulang sampai kerumah.

Selanjutnya, agar lebih mudah untuk mereviewnya akan saya kupas berdasarkan fitur masing-masing. Harapannya ini bisa menjadi rujukan bagi yang berminat menggunakan sepeda listrik jenis ini atau sharing pengalaman untuk sesama pengguna.
Ohya, harga 1 unit di Jogja adalah 6,5 juta ( + ongkos kirim ke Solo 100 ribu saat itu)

Body dan tampilan
Bentuk 90% matic dengan tanpa menggunakan pedal kayuh dengan tampilan yang cukup keren. Orang akan mengira ini adalah matic seperti pada umumnya jika hanya melihat sepintas, baru kemudian bisa menemukan perbedaannya pada ban yang sedikit agak berbeda, velg yang berbeda serta tidak terdapat mesin samping dan kenalpot seperti layaknya motor matic.
Tampak Depan
Untuk body depan bersih, tanpa ada dudukan untuk plat nomor namun di belakang masih ada dudukan plat nomor. Kurang tau untuk apa fungsinya, mungkin untuk dipasangi plat bertuliskan SEPEDA LISTRIK.
Secara cat, finishing, warna hampir sama dengan motor matic pada umumnya, untuk seri Nexus tahun 2012 ini menurut penilaian pribadi saya sangat halus, hampir imbang dengan motor.
Yang menjadi sedikit masalah adalah agak kurang presisi, artinya di tempat persambungan antara kepingan plastik penyusun body masih terdapat rongga yang seharusnya itu tidak boleh ada. Atau jika kita melihat motor keluaran Jepang maka body bisa dipastikan presisi. Untuk body ini merupakan penilaian yang agak kurang.

Dashboard
Posisi masih terbungkus plastik
Untuk komponen yang satu ini bisa dibilang cukup lumayan, hampir semua indikator yang terpasang pada motor disini juga ada. Diantaranya adalah; speedo meter, odometer, indikator energi (baterai), klakson, lampu sein, lampu utama, tombol untuk sorot lampu jauh-dekat, gas dan rem seperti matic, lalu apa lagi ya…ohya, kuncinya berbentuk seperi kunci motor-motor Honda dan dilengkapi dengan tuas magnet (penutup lubang kunci) untuk menghindari dari pencurian.
Secara umum pada bagian ini normal dan berfungsi dengan baik, terdapat perbedaan hanya pada kualitas bahan plastik yang digunakan sudah tentu berbeda jika dibandingkan dengan motor matic yang sudah punya nama.
Jok dan bagasi
Untuk jok secara bentuk memang seperti matic pada umumnya, kapasitas duduk untuk 2 orang. Namun konsep awalnya ini bukanlah kendaraan untuk mobilitas seperti motor, namun untuk berkendara jarak dekat, datar dan tidak naik turun. Sebaiknya tidak digunakan untuk berboncengan 2 orang yang dewasa karena tenaganya juga terbatas, kecuali jika yang dibonceng anak-anak maka tidak masalah. Tetapi tetap saja tidak disediakan foot step untuk pembonceng.
Tekan "Seat Push"
Untuk bagasi seperti layaknya matic atau bebek, yakni dibawah jok masih terdapat ruang sedikit, karena kendaraan ini menggunakan tenaga aki, maka aki disimpan dibawah jok dan dilengkapi juga dengan saklar on off dengan bentuk seperti saklar meteran listrik untuk rumah. Tempat yang tersedia memang tidak luas, namun jika untuk menyimpan jas hujan masih bisa.
CARA MEMBUKA JOK BERBEDA dibandingkan dengan motor bebek atau matic. Pada saat pertama kali hendak menggunakan kendaraan ini saya sempat bingung dengan system buka tutup jok, jika pada motor biasa dibuka dengan kunci yang lubangnya ada dibawah atau dekat dengan spakbor di kendaraan ini tidak ada lubang kunci sama sekali. Namun setelah dicari-cari akhirnya ketemu juga, cara membuka jok dengan kunci kontak ditekan kebawah pada posisi tepat dengan tulisan Seat Push dengan kuat maka otomatis pengunci jok akan terbuka.
Performa
Berbicara performa, maka yang perlu diingat kembali bahwa ini adalah motor atau sepeda dengan segmen pengguna yang berbeda dengan motor pada umumnya. Jadi jangan heran jika kemampuan yang bisa dilakukan juga berbeda.
Top speed: 35-40 km/jam
(diatas kecepatan ini mesin mati, dan bisa aktif lagi ketika kecepatan sudah turun dibawah 35 kpj.
Dicas 2-3 jam kayak hape
Tenaga: susah untuk mendeskripsikan
tapi untuk gambaran saya adalah orang dengan berat badan 60 kg mengendarai sepeda ini naik tanjakan 45 derajat masih kuat (saat baterai full / lebih dari setengah)
Handling: lumayan nyaman, mirip dengan matic pada umumnya
Pengereman: karena top speed hanya segitu maka rem depan belakang hanya mengandalkan teknologi tromol, pertimbangannya adalah ini sudah mencukupi.
Ketahanan Baterai: Berdasarkan penjelasan pihak penjual 2 jam di charge bisa menempuh 40 km
Belum pernah saya uji sampai habis, tetapi saat ini baru pertama kali charge pada km 20. Bukan karena sudah habis tetapi ketika jalan di tanjakan sudah beberapa kali mati namun dijalan datar masih bertenaga.
Penilaian pribadi
+ Untuk harga 6,5 juta dengan yang didapatkan saya pikir seimbang (dengan syarat)
+ Tidak perlu menggunakan SIM dan STNK karena kecepatannya hanya segitu (sudah ada pernyataan resmi dari kepolisian)
+ Tidak perlu pusing BBM naik atau tidak, karena hanya butuh di charge selama 2 jam saja seperti hape
+ Ramah lingkungan
+ Cocok untuk ibu-ibu yang takut untuk mengendarai motor
- Tidak tiap kota terdapat show room, bengkel resmi, ataupun tempat penjualan suku cadang
- Untuk mobilitas harian, orang lebih memilih motor second daripada ini
- Shockbreaker belakang sangat keras, lebih empuk motor
- Jika sewaktu-waktu kehabisan baterai maka siap-siap dorong karena tidak ada pedal untuk mengayuh
- Presisi bodi masih kurang, sehingga ketika melewati jalan berkerikil getar dan ada yang klotak-klotak

Ini adalah review subyektif dari orang yang pernah memakai Trekko Nexus, jadi tidak semua yang saya tulis diatas berlaku ditempat lain atau di Trekko lain walaupun dengan jenis yang sama. Saya yakin kedepan masih akan banyak bermunculan penyempurna dari produk-produk seperti ini.
Semoga tulisan ini memberikan manfaat untuk gambaran kasar tentang sepeda listrik Trekko seri Nexus…

18 comments:

Anonymous said...

wah, keren ya,
cocok utk go green,
ada info dmn ya bisa membelinya?
saya tinggal di Medan.
trimakasih

Taufik said...

iya, sangat ramah lingkungan...
kalo untuk wilayah medan saya kurang tahu soalnya tidak semua wilayah tersedia. coba dicek di internet untuk area medan atau sekitarnya, lokasi saya di solo jawa tengah tapi berhubung di solo gak ada terpaksa ngambil ke sebelah (jogja)

Anonymous said...

alamat toko yang jual di jogja yang mana ya..??

Taufik said...

Gamping Tengah No.180 Yogyakarta
(0274) 655-5599, 719-5157

Itu alamat dan nomer yang bisa dihubungi, tapi mending hubungi nomer itu dulu tanya lokasinya sekarang mana, soale kemaren pas nyari ke alamat ini showroomnya ditempat laen (masih di jogja juga tapi)

Hendri santoso said...

mantep kyknya buat istri nganter anak skolah tk yg jaraknya 15km dari rmh.....

Taufik said...

Betul mas, terutama untuk jalan datar...sepeda ini juga tujuannya untuk perjalanan ibu saya dari rumah ke sekolahan tempat ngajar karena jaraknya dekat tapi tidak ada transportasi umum...

Anonymous said...

Meteran dan speedometernya kok belom digital payah ah..

Anonymous said...

rangkaian kendalinya bisa dimodifikasi biar bisa lari di 60km/jam gk ya? ada yang pernah nyoba?

Anonymous said...

Gan nama tokonya apa, sama minta alamat tokonya lengkap...

Taufik said...

Komen saya yang diatas ada gan..

Anonymous said...

Modelnya sih bagus...
...cm performansinya sama aja...(35 kph) jd dah mending

Fauqi Midad Niam said...

Saya sudah cari yang di jogja tempat penjualan yang digamping sebelah mana ya?

Taufik said...

coba ditelpon nomer yang tak cantumkan di komen atas gan...

munawar kholil said...

rem, lampu n klakson trekko/flame sy off.. kalo mau service dmn ya..?

Taufik said...

Kalau bengkel resmi saya kurang tau, kayaknya jarang juga. Tapi itu dibawa ke bengkel biasa biasane mereka bisa mas..Bengkel motor maksudnya

Rosalina Pangkey said...

Klo toko penjualan di bali ada ga ya?

Rosalina Pangkey said...

Klo toko penjualan di bali ada ga ya?

Taufik said...

Rosalina: Kalau Bali saya kurang tau, coba di googling mungkin ada atau merek lain yang sejenis (sepeda listrik) kayaknya ada