Monday, August 6, 2012

Jembatan Gantung Selo


Perjalanan kali ini dilatarbelakangi karena cuaca Solo yang gerah, panas, dan sedang gak nyaman. Jumat siang tanggal 3 Agustus 2012 selepas jumatan pingin tidur, tapi karena rasanya serba gak nyaman maka tiba-tiba terbayang suasana daerah Selo - Ketep yang segar dan sesekali gerimis berkabut, hemmmmm...nyamannya, jadi pengin kesana lagi. Lalu jadi teringat bahwa saya masih punya hutang untuk mengunjungi jembatan gantung yang dulu terakhir saya lihat baru dibangun. Pas banget nih, itung-itung bayar hutang penasaran saya berkemas lalu berangkat.

Tak ada persiapan istimewa untuk perjalanan jarak dekat, ya seperti berangkat ke kampus biasa. Selanjutnya engine on, berangkat pukul 13.30 siang hari menembus cuaca Solo yang panasnya minta ampun. Tak ada yang istimewa dengan rute berangkat, semua serba ruwet, lalu lintas, orang yang berkendara semaunya, dan masih banyak lagi. Tak ada yang istimewa untuk diabadikan. 

Monday, July 30, 2012

Demi Nokia 5230 Navigator


pict: google
Ride Report kali ini, saya ingin menceritakan pengalaman beberapa hari yang lalu ketika COD dengan seorang penjual di tokobagus.com di daerah Magetan, tepatnya di daerah Maospati. Perjalanan ini tidak jauh menurut saya, karena Insya Alloh tidak butuh persiapan lama dan sudah sering dadakan bermotoran puluhan sampai diatas 100an km untuk suatu hal.

Tepatnya pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012, saya melihat iklan Nokia 5230 (Navigator) yang diiklankan di tokobagus.com dan harganya saya cocok, karena kebetulan saya sudah mem-bookmark semua kata kunci pencarian untuk beberapa seri Nokia Navigator yang saya incar di beberapa toko online. Sehingga tiap pagi dan sore tinggal klik beberapa bookmark untuk melihat apakah sudah ada barang yang cocok atau belum, sstt...ini metode yang biasa saya gunakan untuk mencari barang yang saya inginkan via portal jual beli online. Jadi hemat waktu dan biaya internet dengan memfokuskan pencarian melalui bookmark tadi. Pagi itu saya melihat iklan yang masih fresh dan harga yang "berani" dibandingkan iklan yang lain, karena iklan tersebut memasang harga paling murah untuk barang langka yang berhari-hari tidak saya dapatkan ketika browsing dimanapun. Di iklan terpasang HARGA PAS, gak masalah, langsung saya sms saya mau dan mau janjian buat COD hari ini juga. Akhirnya janjian jam 16.00 di Maospati, Magetan. Kalo dipikir-pikir jauh juga ya dari Solo, kalo dikategorikan trayek bus mungkin masuknya ke AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).Wehehehe

Berangkat dari Rumah pukul 13.20 mengambil rute arah Karanganyar - Tawangmangu - Cemoro Sewu - Plaosan - Maospati. Sebenarnya ini bukan rute baru, kali kedua saya melewati rute ini, dulu pertama kali ketika get-lost karena ingin menenangkan pikiran dengan menyepi kesini dan pulang melalui jalur Ngawi - Solo. Seperti biasa, perkap lengkap untuk perjalanan jauh sudah tiap hari ada di ransel dan bagasi motor, kecuali untuk sepatu boot.

Monday, June 18, 2012

MELAWAN KETERBATASAN


Aslinya sama sekali gak menarik
Sedikit agak masuk ke dalam tema 'curhat' postingan kali ini, namun harapannya ini bisa menjadi semangat untuk orang lain dan juga diri sendiri. Sering saya dengar bahwa jika ingin berhasil, maka bantu orang lain untuk berhasil. Hal ini juga berlaku sama, jika ingin semangat maka semangati juga orang lain. Insya Alloh itu akan berimbas kepada diri kita juga.

Sederhana saja sebenarnya, suatu ketika saya membandingkan antara dua jenis kamera. Yang pertama adalah kamera poket Olympus seri FE 310 dengan kamera handphone Sony Ericsson K610i. Untuk kamera Olympus saya pinjam, dan untuk kamera handphone adalah milik saya sendiri dengan hasil dari berjualan makanan. Yang untuk mendapatkannya penuh perjuangan 'konyol', sebagian orang memang menganggap begitu karena dibela-belain menempuh perjalanan puluhan kilo demi satu buah hape second yang sudah buluk tampilannya. Kisah ini ada di salah satu tulisan saya.

Monday, June 11, 2012

KARYA UNTUK LOMBA FOTO BLOGFAM

Cita-citaku jadi pembalap


Keterangan foto:
  • Foto diambil tanggal: 04/03/2012
  • Lokasi pengambilan: Mojosongo Solo
  • Kamera: Olympus FE 310
  • Tukang poto: Taufik (topxcreator@gmail.com)

AIR TERJUN KEDUNG KAYANG – MAGELANG


Kawasan Selo - Ketep merupakan kawasan yang berhawa sejuk, mempunyai pemandangan alam yang luar biasa indah, jalanan berkelak-kelok, sayuran yang melimpah dan sekian banyak pesona yang lainnya. Bermotor di jalanan ini saja sudah cukup membuat segar pikiran dan mata, apalagi menemukan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti salah satu air terjun ini.

Air terjun Kedung Kayang berada tidak jauh dari Ketep Pass, yang sangat direkomendasikan untuk mengunjungi juga air terjun ini jika sedang piknik ke Ketep. Untuk tulisan kali ini saya tidak menguraikan secara mendetail mengenai wisata air terjun yang satu ini karena saat mengunjungi lokasi ini hanya sekedar penasaran pingin mampir namun waktunya sangat terbatas menjadikan saya hanya berusaha menjelajah di semua sudut yang menarik dari lokasi ini dan memfotonya, tanpa mencoba mengajak ngobrol orang-orang, mencicipi jajanan, beristirahat di shelter yang tersedia atau yang lainnya.

Monday, May 28, 2012

Teknik Blur dengan Kamera Poket



Sebelumnya perkenankanlah saya yang masih newbie dalam bidang fotografi ini menulis tips tentang dunia yang masih baru bagi saya. Masih jauh dari profesional, namun sementara ini lebih tepat menyandang gelar sebagai orang yang "seneng" dengan fotografi, walaupun baru punya kamera hape sedangkan kamera saku saja masih pinjem.

Tapi terlepas dari semua latar belakang yang panjang lebar tadi, disini saya hanya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman saya belajar membuat blur background dengan kamera saku. Yang harapannya ini bisa bermanfaat bagi orang yang super pemula, karena saya bisa menemukan settingan yang pas untuk mendapatkan efek ini dengan mengutak-atik kamera poket merek Olympus FE 310 8 MP (yang juga pinjaman) selama 2 hari.

Langsung saja, tujuan menggunakan efek blur adalah mendapatkan fokus dari sebuah objek dalam foto dengan menyamarkan background (bisa juga foreground) sehingga tampak lebih artistik, karena jika background "dibuang" atau mencari tembok polos dan sejenisnya untuk background maka foto akan kurang menarik.

Langkah-langkah:

Setting kamera dalam modus MANUAL 
Dengan demikian kita bisa mengatur ISO, tingkat kecerahan, dll. Berdasarkan uji coba yang saya lakukan saya menggunakan ISO 200 dengan tingkat kecerahan sesuai default. Foto diambil saat pagi hari yang cerah sekitar jam 9

Monday, April 30, 2012

TREKKO SEPEDA LISTRIK (Review Trekko Nexus)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas tentang sebuah alat transportasi “harapan masa depan”, yaitu sepeda / motor dengan tenaga listrik. Saya tulis “harapan masa depan” karena sering kita mendengar bahwa bahan bakar fosil lama kelamaan akan segera habis dan energi listrik sebagai alternatif penggantinya. Namun pada kenyataannya belum banyak yang menggarap ini dengan serius, jadi lebih tepat dikatakan bahwa ini masih menjadi harapan.

Aki dibawah jok
Lanjut ke tema, Trekko adalah salah satu merek Sepeda yang menggunakan energi listrik (berasal dari aki) yang pada awalnya kemunculan sepeda listrik ini didominasi oleh seri yang bentuknya mirip sepeda mini atau sepeda keranjang seperti yang sering digunakan oleh ibu-ibu namun bergerak menggunakan energi listrik, tapi dilengkapi pedal juga untuk mengayuh jika dalam perjalanan listrik habis. Kemudian pada perkembangannya ada beberapa jenis sepeda listrik yang dari bentuk dan fitur mendekati motor matic.

Untuk Trekko Nexus ini berjenis full matic (ini istilah saya sendiri), artinya sudah tidak dilengkapi dengan pedal untuk mengayuh. Ada kelebihan dan kekurangan memang, jika dilihat dari tampilan maka 90% mirip dengan matic yang ada di pasaran jadi jika ditambahi pedal justru mengurangi kesan keren di tampilannya. Namun yang jadi masalah ketika kehabisan baterai maka mau tidak mau harus menuntun, mendorong atau minta tolong sepeda motor untuk menariknya agar bisa pulang sampai kerumah.

Tuesday, February 28, 2012

SOLO TOURING #9 "Warung Kopi Pemandangan - Ketep"

Perjalanan ini dilatarbelakangi karena siang itu pusing memikirkan konsep yang harus saya temukan tapi molor berhari-hari belum juga sampai pada keputusan final. Akhirnya saya mengambil kesimpulan, bahwa otak ini perlu di refresh sejenak agar bisa berfikir lebih fokus dan lebih jernih lagi.

Siang itu, sama dengan perjalanan saya sebelumnya...dengan tanpa planing sama sekali, begitu ada keinginan maka persiapan sekitar 15 menit untuk ganti pakaian, menyiapkan perkap, memilah peta yang hendak dibawa lalu meluncur ke aspal panas disiang terik. hufft... siang hari pukul 13.30 di tengah kota Solo, bisa dibayangkan panasnya, lalu lintas yang semrawut, bising dan polusi. Tak apa, begitu bisa meninggalkan tengah kota untuk melintas di jalur Boyolali - Semarang sudah bisa memacu motor dengan kecepatan maksimal (80 kpj - motor cc mini). Sekuat tenaga menaikkan kecepatan menjadi 90-100 kpj nampaknya sia-sia saja karena tak pernah kesampaian...ya sudahlah.

Friday, February 10, 2012

BELAJAR FOTOGRAFI DI KEBON

Menambah satu kategori dalam blog ini, karena merasa butuh wadah untuk hobi dan kesenangan terhadap fotografi. Ini adalah hasil jepretan sederhana dengan kamera yang sederhana pula, hanya kamera hp Sony Ericsson K610i yang saya beli second dari tokobagus.com dan dengan perjuangan harus perjalanan untuk COD pulang pergi sejauh 120 km.

Tak apa, harapan memiliki kamera yang lebih canggih belum tergapai yang penting fotografi jalan terus
(*edisi melawan keterbatasan)

Inilah hasilnya:
































Wednesday, February 8, 2012

Resensi buku : MERABA INDONESIA



Resensi buku : MERABA INDONESIA
Ekspedisi “Gila” keliling Nusantara

Penulis : Ahmad Yunus
Pelaku Ekspedisi : Ahmad Yunus & Farid Gaban (dua-duanya Wartawan)

Selama hampir setahun, dua watawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.
Tujuan utama ekspedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri Bahari. Diatas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.
Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terluakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.
Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya persahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.
(Cuplikan diatas adalah tulisan pada sampul belakang buku MERABA INDONESIA)

Mendapatkan spirit heroik seorang petualang, adalah tujuan awal saya membeli buku ini. Yang pada akhirnya saya mendapatkan lebih dari yang saya harapkan. Buku ini menceritakan realitas Indonesia secara sederhana dan apa adanya. Berangkat dengan honda win yang dimodifikasi, awalnya lengkap dengan box motor dan GPS, namun karena kedua benda pendukung itu rusak justru di awal-awal perjalanan jadinya penjelajahan yang mereka lakukan hampir semuanya tidak dengan alat bantu tersebut. Hanya orang, motor, badan sehat, ransel, peralatan liputan khas wartawan, dan perkap sehari-hari.

Dimulai dari Pulau Jawa menuju Sumatra lalu dilanjutkan ke pulau kecil yang bernama “Enggano” dimana sudah menjadi ciri khas perjalanan bermotor di luar Jawa yakni bensin mahal, menembus angka 10.000 – 15.000 rupiah per liter. Bisa jadi pertimbangan bagi yang ingin menjelajah luar Jawa dengan motor, dan dari membaca blog saya mendapatkan informasi bahwa di beberapa tempat untuk membeli bensin dalam jerigen harus mengantongi surat ijin dari Kepala Desa setempat atau pihak Kepolisian. Bercengkrama dengan penduduk yang berada di kepulauan yang “agak jauh” dari pusat kota juga memunculkan nuansa tersendiri, dimana hiburan yang mereka dapatkan hanyalah dari sound system beserta sebuah keyboard dan dua mic yang kesemuanya sudah usang, diperparah lagi peralatan tersebut konslet dan meledak ketika hendak digunakan menyanyi Ahmad Yunus dan Farid Gaban. Sebuah ironi tersendiri ketika kita melihat di pusat kota-kota besar di negeri ini hiburan melimpah, bahkan sering kelewatan.

Menuju Mentawai tambah lagi cobaan, kamera Canon 50D, laptop Macbook pro, serta ponsel tercebur ke laut dan menjadi bangkai – sama sekali tak bisa digunakan lagi, harus mencari penggantinya walaupun tidak sekelas barang yang rusak tadi.

Thursday, February 2, 2012

INTROSPEKSI DIRI

Ini bukanlah tausyah yang hendak saya sampaikan diatas mimbar atau menyampaikan kultum di Masjid, ini hanyalah sekelumit tulisan yang berada dalam benak pikiran saya setelah beberapa kejadian seolah menegur agar berhenti sejenak...dan merenung.

Hobi, obsesi, kesenangan menjelajah bukanlah segalanya dalam hidup. Saya mendapatkan kata-kata ini setelah membaca beberapa halaman dari buku "Meraba Indonesia" yang niat awalnya adalah menguatkan motivasi bahwa petualangan itu adalah sesuatu yang layak untuk diperjuangkan dengan 'segalanya'. Tapi ternyata justru membuka mata, bahwa ini hanyalah sebuah hobi, kesenangan dan selingan dalam hidup yang boleh saja diperjuangkan namun pada batas-batas tertentu. Karena membaca potongan kisah-kisah kehidupan dari berbagai macam manusia yang digambarkan dalam narasi tersebut memunculkan rasa yang berbeda, bahwa hidup ini ada yang lebih penting untuk diperjuangkan. Kehidupan yang layak, kepedulian terhadap sesama, memperjuangkan keadilan untuk orang yang berada di pinggiran, memikirkan kondisi negara ini yang ternyata masih jauh dari kata merdeka lebih layak untuk di prioritaskan walaupun dengan style adventurer boleh dan itu sangat mendukung kebutuhan mobilitas.

Wednesday, January 18, 2012

SOLO TOURING #8 (Jalan Jalan ke Kudus)

Rute keseluruhan dari perjalanan kali ini sebenarnya adalah: 
Berangkat: Solo - Purwodadi - Grobogan - Brati - Klambu - Undakan - Kudus 
Pulang: Kudus - Demak - Semarang - Salatiga - Solo
Dengan jarak tempuh 285 km
Total biaya bensin Rp 36.000 (motor irit tenaga limit)
Waktu OTR (on the road) total 8 jam


Ride report kali ini adalah tentang perjalanan saya maen ketempat salah seorang kawan akrab semasa kuliah dulu. Kebetulan kemaren saya bertransaksi dengan salah seorang penjual di toko bagus dan dia berdomisili Kudus, sehingga saya meminta tolong untuk COD-an dengan si penjual dan barangnya dibawa kerumahnya dulu.

Perencanaan
Saya mulai dengan sederhana, buka peta Jawa Tengah kemudian membuat rute berangkat dan pulang. Setelah dipikir-pikir dengan jarak seperti ini saya bisa melakukan perjalanan One Day Touring (tidak pake menginap) karena saat ini kondisi keluarga belum mengijinkan saya untuk jelajah hingga menginap walaupun satu malam saja. Tapi tak apa, itu bukan berarti halangan untuk melakukan perjalanan lintas kota. Setelah urusan peta dan rute selesai kini kembali ke bagian motor dan perkap. Untuk motor, karena sebelumnya masih dalam keadaan sehat-sehat saja maka pengecekan cukup standart saja
- Mencucinya: Agar lebih tau mendetail kondisi ban, bodi, dll selain agar bersih juga
- Cek Rem, lampu, gas, kondisi ban, dll
- Melumasi rantai, pasang braket box, braket minum, pasang peta di speedo bag (tas modifikasi hasil kreasi saya sendiri)

Friday, January 6, 2012

Speedo Bag (Tank Bag in motor bebek)


Ide ini murni berdasarkan pengalaman pribadi, yang semoga bisa bermanfaat untuk yang lainnya. Saya tulis Speedo Bag karena ini tas ditaroh diatas speedo meter motor, jadi gampangnya disebut speedo bag walaupun sebenarnya ini bukanlah barang yang unik atau istimewa karena barang dasar yang saya gunakan banyak dijual di tukang jual spion, mantol, stiker untuk ngeblok motor dan asesoris motor lainnya.
Awal mula pingin buat yang beginian karena ngeliat kalo motor2 yang gede2 itu (yang punya tangki didepanlah) bisa pasang Tank Bag dimotornya, bisa buat naroh peta n majang peta dengan jelas,nyimpen barang2 kebutuhan yang mengharuskan mudah untuk diakses ketika touring, dan sederet kenyamanan lainnya. Nah, lha gimana kalo motor bebek? kan kagak bisa dipasangi itu tas. Akhirnya dari hasil mengkhayal lalu dicoba untuk diutak-atik jadilah tas yang kayak beginian.

Thursday, January 5, 2012

Jalan-jalan Wonosari

Sedikit menyalurkan hobi menulis lagi di awal tahun. Kali ini tentang perjalanan pastinya, bukan touring ataupun solo riding dan sejenisnya. Ini hanyalah sekedar jalan-jalan bareng beberapa orang dengan tujuan untuk piknik melepas lelah, jadi karena ini konsepnya piknik saya tidak mau terlalu narsis karena saya bukan tipe orang pecinta piknik tapi kalo ada ajakan ya gak masalah...Berangkatzzz!!!  Apalagi gak keluar duit :D (karena sudah ada dananya)

Piknik kali ini tujuannya adalah ke Wonosari. Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata Wonosari? Kalo saya sendiri karena sering mendengar dari teman-teman yang pernah maen kesini adalah tentang jalan aspal yang halus berkelok-kelok dan pantai yang mau dipetani satu per satu kalo pingin maen air. Pantainya memang seabreg di Wonosari.

Berangkat dari belakang kampus pukul 05.20 pagi langsung melesat menuju ke arah Kartosuro kemudian mengambil jalur Solo-Jogja, sebenarnya rute ini merupaka jalur padat yang susah untuk dipake melesat cepat namun karena situasinya masih pagi ya bisa dilewati dengan tanpa hambatan yang berarti. Mulai mendapati indahnya perjalanan adalah ketika melintas di Klaten yang jalannya mulus dan di dominasi sawah dikanan dan kiri jalan. Bukan hanya sekedar memandang sawah, tetapi yang menarik adalah tepat diatas ujung padi terdapat lapisan embun tipis dengan warna yang indah karena sebagian terkena berkas sinar matahari, yang disayangkan adalah ketika lensa kamera yang kubawa tak bakal mampu untuk menangkap keseluruhan keindahan tersebut. Tapi tak apa perjalanan harus dilanjutkan sambil berharap menemukan pemandangan yang lebih mudah untuk dideteksi lensa kamera poket se simpel ini.

Mengambil rute dari Prambanan ke arah kiri, start dari sini aku bisa merasakan bahwa inilah jalan yang bakal seru untuk dinikmati. Entah kenapa tiba-tiba aku bisa yakin seperti itu, walaupun sebenarnya aku belum pernah lewat sini. Dan ternyata benar melintas di rute ini sampai kami sarapan di hutan Banaran jalannya memang asik dan seru, aspal yang halus, jalur yang berkelak-kelok, pemandangan yang luar biasa indah, apalagi? Udara yang sejuk juga pastinya. Tujuan sebenarnya dari piknik kali ini adalah Pantai Baron - Kukup - Krakal, namun sekali lagi jujur aku lebih tertarik jalan-jalan ngaspal sambil melihat pemandangan daripada ke pantai tujuan kali ini. Kebayang panasnya cuaca siang hari di pantai.

Next, diantara sepanjang jalan yang cenderung gelap tertutup mendung dan tertutup hutan ini banyak sekali warung soto yang ada di pinggir jalan. Tinggal pilih yang mana terserah, berhubung sudah kelaparan maka mencari warung soto yang paling dekat sajalah. Akhirnya terpilih juga salah satu warung yang tepat berada didepan pom bensin. Saatnya sarapan...

Selanjutnya ya biasalah, ke pantai main air, cari foto, es kelapa muda dan sejenisnya (mulai agak malas melanjutkan narasinya...hehe). Untuk berikutnya biarkan foto yang bercerita tentang keadaan disana...


Banjir Solo di Tahun Baru

Kota Solo dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi langganan banjir jika musim hujan mulai tiba. Sejak tahun 2007 sampai sekarang Solo selalu jadi langganan, padahal perasaan tahun-tahun sebelumnya jarang sekali sampai kebanjiran parah.

Kali ini saya hanya akan sedikit memposting tentang keadaan Solo, terutama disekitar Jembatan Biru (Penghubung Mojosongo - Kampus UNS) karena pada tanggal 1 Januari 2012 curah hujan cukup tinggi dan durasinya lama. Jika terjadi tanda-tanda seperti ini masyarakat Solo sudah mulai hafal, pasti akan terjadi banjir di beberapa wilayah...dan memang benar-benar terjadi. 

Pagi harinya tanggal 2 Januari 2012 sehabis subuh saya memang berniat joging ke arah Jembatan Biru, yang sesuai prediksi bakal menemukan banjir sambil membawa hape untuk mengabadikan kejadian ini.


Ini baru permulaan curah hujan meninggi, dan menurut prediksi BMKG belum berada pada titik puncak. Apakah nanti pada puncaknya Solo akan banjir lebih parah? Dan jembatan legendaris ini akan putus pembatasnya seperti tahun-tahun kemaren? kita lihat saja...Semoga tahun ini tidak lagi seperti itu.