AIR TERJUN JUMOG (Karanganyar)

Karanganyar bagiku adalah sebuah pesona, karena merupakan satu kawasan yang memiliki seabreg potensi wisata pemandangan yang luar biasa. Wilayah yang berada dikaki gunung Lawu ini cukup terkenal dimana-mana, sehingga menjadikanku untuk berniat menuliskan beberapa lokasi diantara sekian banyak lokasi wisata yang menyenangkan untuk dikunjungi. Tulisan ini adalah postingan pertama untuk Kategori wisata Karanganyar, untuk review lokasi yang lain ada di postingan berikutnya.

Air terjun Jumog berada didaerah Ngargoyoso, Karanganyar. Jika dilihat secara lokasi aksesnya bisa dikatakan cukup mudah karena dengan aspal yang halus, tanjakan yang tidak terlalu tinggi, dan lokasi yang nyaman. Kalo berangkat dari Karanganyar maka perjalanan ke arah timur lalu setelah sampai di Karangpandan sudah ada papan petunjuk jalan menuju lokasi. Tidak jauh dari percabangan sudah ada petugas retribusi yang akan menarik biaya retribusi sepeda motor sebesar Rp 1.000,- lalu mengambil jalan yang kanan bawah atau bisa bertanya ke petugas tersebut.



Fasilitas di lokasi wisata ini bisa dikatakan menengah, cukupan, tidak terlalu lengkap tapi juga tidak kekurangan. Dari segi parkir cukup memadai, walaupun tidak berada di zona khusus tetapi cukup luas karena berada di halaman dan emperan rumah penduduk setempat dan ditunggui penduduk juga. Bisa dikatakan cukup aman. Untuk Mushola, seperti biasa...lokasi wisata secara umum mempunyai Mushola kecil yang sering tidak terawat. Namun ketika ke Jumog, dekat dengan lokasi parkir tadi terdapat salah satu Masjid kecil namun cukup terawat. Air cukup melimpah, jernih, dan dingin karena langsung dari mata air pegunungan, lokasi parkir Masjidnya juga cukup luas. Kalo saya kesini sudah berulang kali dan memilih sholat dan beristirahat sejenak di Masjid ini daripada harus di Mushola dalam lokasi. Ya namanya ada pilihan saya pilih yang lebih nyaman untuk beribadan dan beristirahat. Setelah nyaman baru jalan-jalan ke dalam lokasi.
HTM untuk lokasi ini cukup murah karena hanya dengan tarif sekitar Rp 3.000,- saja. Setelah itu selamat menikmati semua yang ada didalam lokasi ini. 

Point menonjol yang menjadi daya tarik dilokasi ini sebenarnya bukan air terjunnya, karena air terjun ukurannya biasa saja, tidak ada yang terlalu spesial menurut saya...tapi, sungainya yang istimewa, air jernih yang turun dari air terjun membentuk sungai yang senantiasa mengalir disela-sela batuan besar dan berkelak kelok dengan jernihnya. Hobi fotografi? silahkan dipuas-puaskan untuk mencari obyek disini. Banyak orang yang sangat cinta sungai gunung, setiap melihat air jernih mengalir disela-sela batuan (khas pegunungan banget) pingin berendam atau menceburkan diri juga bisa dipuas-puaskan disini.

Selain sungai, pengelola menyediakan gazebo kecil-kecil untuk bersantai. Kalo lapar disini banyak pilihan menu yang bisa dinikmati seperti sate ayam, sate kelinci, mie instan, kopi, sampai cemilan-cemilan kecil lainnya. Dan dibagian belakang lokasi terdapat taman bermain untuk anak-anak, alat permainan seperti yang ada disekolah TK juga ada, bahkan kolam renang anak juga ada. Namun sayang kolam renang ini kurang begitu terawat sehingga anak-anak juga agak enggan untuk bermain disini, mereka lebih senang bermain jungkat jungkit dan bermain air disungai.

Bagi yang ingin pijat refleksi, disini disediakan jalur khusus yang bisa digunakan untuk refleksi. Jalanan yang dipasangi dengan kerikil bulat-bulat dan ditata dalam jarak tertentu disediakan untuk yang ingin jalan-jalan dengan bertelanjang kaki. Tapi kalo yang tidak terbiasa ya dipake saja sendal ato sepatunya.

Dulu, ketika awal dibukanya lokasi ini tempatnya masih cukup gelap karena banyak sekali semak-semak di tikungan tangga yang digunakan untuk menuju lokasi air terjun. Ditambah lagi disetiap tikungan terdapat gazebo yang cenderung tertutup dari pandangan dan menjadi lokasi yang agak membuat pengunjung risih karena pasti digunakan untuk bermesraan orang yang sedang pacaran, bahkan perbuatan mereka kadang diluar batas etika. Namun sekarang lokasi ini sudah ditata ulang dengan lebih terbuka sehingga lebih meminimalkan kejadian yang tidak semestinya dilakukan ditempat umum.

So, mari kunjungi lokasi yang satu ini ketika hendak berlibur...

Comments

annosmile said…
air terjunnya keren..
musim hujan banjir enggak bro??
Taufik said…
Kalo pas musim hujan belom pernah maen kesini lagi bro...

tapi kalo di air terjun tetangga (grojogan sewu) kalo musim hujan airnya seringnya agak coklat karena banyak mbawa lumpur mungkin...

Popular Posts