Wednesday, March 9, 2011

SOLO TOURING # 3 (KOPENG)

Potongan Peta Jawa Tengah

Tanggal 8 Maret 2011.
Event kali ini merupakan event dadakan, artinya tidak disengaja ataupun direncanakan sebelumnya. Ide ini muncul hanya 1 jam sebelum keberangkatan, waktu yang sangat mepet untuk merencanakan keberangkatan.

Namun poin plus yang bisa didapatkan jika mengadakan event touring dadakan adalah kita  dituntut untuk bisa berpikir cepat dan akurat dalam memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang ada, cepat menyiapkan perkap safety riding, toolkit, P3K, dan perkap pendukung lainnya. 

Tapi tentu saja tidak lepas dari kekurangan-kekurangan juga, tetap saja ada barang-barang yang "sebenarnya" jika kita bawa bisa menjadikan kita lebih nyaman, tapi jika barang itu tidak terbawapun tetap tidak mengurangi safety riding selama perjalanan.

Berikut adalah Rundown event kali ini:
  1. Start dari Mojosongo, Solo pukul 09.27. Mengambil rute Solo - Kartosuro - Teras - Ampel - Tengaran. Berhenti sejenak di Tengaran untuk melihat peta Jawa Tengah. Saat itu tepat pukul 10.25 pada km 45 dari total perjalanan hari ini.

BRAKET BERKUALITAS

Tiap orang yang mempunyai box motor tentu sudah tak asing lagi dengan barang yang satu ini. Karena memang alat inilah yang menjadi tumpuan utama atau landasan satu-satunya untuk box yang dipasang. Untuk mendapatkannya pun juga tidak sulit, di toko aksesoris motor yang menjual box hampir bisa dipastikan mereka menyediakan braket juga sesuai dengan jenis motor yang akan kita pasangi box tersebut, tukang las yang biasa mengerjakan teralis, pintu geser, pagar besi dan sejenisnya pun juga bisa membuatkan braket asalkan kita bisa memberikan gambaran yang gamblang dan desain yang akurat untuk orang yang mengerjakan. Untuk masalah harga juga sangat variatif, berdasarkan pengalaman penulis untuk tipe monorack harga mulai dari 50 ribuan hingga ratusan ribu, semua itu tergantung jenis motor yang kita gunakan, kualitas yang kita inginkan, dan ukuran box yang akan kita pasang di motor kita.

Namun seberapapun variatif braket yang bisa kita pilih yang menjadi pertimbangan pertama kali adalah kesesuaian dengan motor dan kekuatan braket yang kita gunakan. Berdasarkan pengalaman yang pernah dialami penulis sendiri, braket yang banyak tersedia ditoko aksesoris dan dengan plat besi yang tipis memang cukup ekonomis dan untuk menyangga beban box beserta isinya dijalan datar memang bisa dibilang "cukup". Tapi silahkan dicoba untuk melewati trek jalan yang berat, bergelombang dengan kubangan yang cukup dalam, jalanan berkerikil, aspal pecah, dan kerusakan jalan yang lain. Braket sangat berpotensi patah, melengkung, retak, dan sejenisnya.

Gambar dibawah ini merupakan braket dengan plat tipis yang terpasang pada Honda Revo 100 cc dan dengan diduduki box Givi E26 dengan berat muatan maksimum 3 kg. Padahal saat digunakan muatan dalam box tidak sampai 3 kg, namun karena jalan yang dilewati termasuk medan berat (Jalur tembus Purwodadi-Demak melalui Godong) sehingga otomatis braket yang kalah dan melengkung. Setelah itu body motor lah yang menjadi korbannya. Padahal saatitu acara Touring belum selesai, namun alhamdulillah rute berikutnya adalah medan jalan raya yang halus hingga sampai di rumah kembali sehingga tidak memperparah kerusakan.
Sebelum berangkat touring braket pernah melengkung karena melewati jalanan yang kurang bagus, namun setelah melengkung braket dibawa ke tukang las dan dilas lagi sesuai ukuran yang proporsional baru kemudian dicat dan siap untuk dibawa touring "Cross Country Muria". Walhasil, karena memang kualitas besi yang kurang baik ditambah lagi plat besi yang digunakan sebagai bahan dasar cukup tipis maka biarpun sudah di las tetep saja melengkung lagi.