Friday, December 16, 2011

SOLO TOURING # 7 (Kebun teh Ngargoyoso)

Akhir tahun, di bulan Desember...entah kenapa banyak sekali hal yang ingin ku tulis karena ternyata dalam tiap tahapan kehidupan ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil agar kita senantiasa bersyukur terhadap apa saja yang diberikan kepada kita baik itu hal yang menyenangkan ataupun menyedihkan bagi kita. Itu juga yang melatar belakangi aku untuk senantiasa senang menulis dalam blog yang entah dibaca berapa orang aku tidak tahu. Yang penting menulis itu menyenangkan dan menginspirasi.

Kali ini adalah tentang kisah seorang manusia yang sedang pusing mengerjakan skripsi (masalah klasik). Entah kenapa ketika sekolah atau kuliah aku merasakan tidak menemui hambatan yang berarti, asal mau belajar ya pasti bisa dapet nilai yang bagus. Tapi kok ini beda ya..

Sampai pada suatu hari aku lelah, aku ingin melepas penat sebentar karena tidak mungkin untuk bepergian lama-lama. Yah, kali ini hanya dekat saja di daerah Ngargoyoso. Menggila dengan offroad pake bebek blasakan disela-sela kebon teh. Ngutip salah satu motto friend di fb (gak punya klx trabas pake supra juga oke). Sebenarnya pingin punya foto pas naek motor blasakan, tapi apa daya namanya juga orang pergi menghilang sendirian siapa juga yang mau memfotokan.

Tuesday, December 13, 2011

SOLO TOURING # 6 (Purwodadi)

Ride report kali ini lahir karena sebuah keterbatasan yang memaksa untuk melakukan hal-hal agak konyol. Tapi prinsip yang masih senantiasa aku pegang adalah, orang boleh melihatku sebagai seorang yang biasa saja tapi aku punya impian besar yang mungkin saat ini belum terlihat bakal teraih tapi aku yakin aku bisa meraihnya.

Langsung saja ke inti cerita.
Keinginanku untuk memiliki kamera yang belum kesampaian dan jika mengandalkan kamera pinjaman tidak lagi nyaman, maka alternatif selanjutnya adalah menabung dan mencari sesuatu seoptimal, seefisien, dan tentu sehemat mungkin. Tidak mulul-muluk sebenarnya, saat ini aku ingin punya HP SE dengan kamera minimal 2 MP itu saja sudah cukup. Selanjutnya berburu...Karena belom ada teman yang mau menjual barang yang seperti itu maka hunting online via tokobagus dan kaskus. Berhari-hari gak ketemu orang area solo yang jual barang dengan kondisi dan harga yang cocok, sampe akhirnya frustasi. Ah ya sudahlah...kalo orang solo gak ada luar solo gak apa-apa nanti tak samperin.
Eh, ketika keyword pencarian diperluas areanya tiba-tiba ada salah satu iklan SE K610i area Purwodadi-Semarang. Tak perlu berlama-lama setelah tawar menawar harga langsung jadian, pagi tawar menawar sore ketemuan (Simpang 5 Purwodadi). Gila, jauh juga kalo tak pikir. Tapi demi mengejar impian yang belom keturutan ya tak masalah. 

Jumat siang sesudah sholat jumat langsung pulang, ambil peta, rompi, boot dan perkap yang lain langsung cabut dengan rute Solo > Kalioso > Gemolong > Waduk Kedung Ombo > Grobogan > Simpang 5. Berangkat jam 13.30 tiba di lokasi 14.45 kecepatan rata-rata 70 kpj sendirian ternyata memberikan sensasi asik yang luar biasa. Berikut ini adalah deskripsi lokasinya:

Jalan Solo > Sumberlawang
Masih sama seperti jalanan yang aku kenal dahulu kala ketika masih sekolah SMP di Gemolong, carut marut lalu lintas karena jalanan yang sempit dan kendaraan yang padat. Untuk menyalip satu pik up saja butuh perjuangan yang luar biasa, untuk jalanan seperti ini gak ada sesi santai. Pokoknya harus fokus dan fokus, terlena sesaat bisa kena kubangan jalan atau nubruk kendaraan yang berhenti mendadak atau bisa kesambar RELA dari arah berlawanan. Dan jika melewati jalanan disini bersama motor dengan plat K seringnya kebut dalam kecepatan tinggi dan hafal kubangan. Jika pemilik plat K itu adalah cowok maka aku akan menguntit dibelakangnya, tapi kalo cewek mending jaga jarak aman.

Mental Buruk Pengusaha Lokal

Jika membaca judul postingan diatas saya harap jangan ada yang tersinggung dulu karena "mental buruk" diatas tidak dipukul rata terhadap semua pengusaha lokal. Ini hanya sebuah ulasan tentang kejadian yang saya alami yang harapannya bisa diambil pelajaran bagi siapa saja baik itu pelaku usaha ataupun konsumen, agar kedepan tidak terjadi hal yang seperti ini.

Kisah tukang pigura
Tanpa perlu saya sebutkan lokasi ataupun siapa oknum yang bersangkutan akan saya tuliskan pengalaman tidak menyenangkan yang saya alami akibat dari tingkah laku si tukang pigura. Tapi jika ada yang ingin bertanya secara privat saya layani.
Hari senin saya menyerahkan lukisan yang akan saya pasangkan pigura di salah satu tukang pigura dikota Solo. Setelah diukur dan kesepakatan model serta harga saya membayar DP sebesar 50.000 dari total biaya 87.500 dan dia berjanji pesanan saya bisa diambil pada hari kamis sore, awalnya saya komplain kenapa lama sekali tapi karena dia beralasan stok bahan sedang habis jadi dia harus mengupayakan terlebih dahulu dan agak memundurkan hari agar pas diambil memang sudah jadi. Ya sudahlah...
Hari kamis sore, tepat seperti yang ia janjikan saya mendatangi pesanan saya. Benar-benar saya sorekan menjelang dia tutup, eh ternyata belum jadi. Dengan alasan yang masih sama, kayunya masih dicarikan. Lah, dari kemaren ngapain? Akhirnya diundur hari rabu. Gilaaa...Pasang pigura lukisan ukuran 1 meter saja 2 minggu. Nomer hape yang bisa dihubungi tidak ada, niat buka usaha gak sih. Okelah, kalo sampe hari rabu masih berkilah saya ambil paksa uang DP dan lukisan saya.

AIR TERJUN JUMOG (Karanganyar)

Karanganyar bagiku adalah sebuah pesona, karena merupakan satu kawasan yang memiliki seabreg potensi wisata pemandangan yang luar biasa. Wilayah yang berada dikaki gunung Lawu ini cukup terkenal dimana-mana, sehingga menjadikanku untuk berniat menuliskan beberapa lokasi diantara sekian banyak lokasi wisata yang menyenangkan untuk dikunjungi. Tulisan ini adalah postingan pertama untuk Kategori wisata Karanganyar, untuk review lokasi yang lain ada di postingan berikutnya.

Air terjun Jumog berada didaerah Ngargoyoso, Karanganyar. Jika dilihat secara lokasi aksesnya bisa dikatakan cukup mudah karena dengan aspal yang halus, tanjakan yang tidak terlalu tinggi, dan lokasi yang nyaman. Kalo berangkat dari Karanganyar maka perjalanan ke arah timur lalu setelah sampai di Karangpandan sudah ada papan petunjuk jalan menuju lokasi. Tidak jauh dari percabangan sudah ada petugas retribusi yang akan menarik biaya retribusi sepeda motor sebesar Rp 1.000,- lalu mengambil jalan yang kanan bawah atau bisa bertanya ke petugas tersebut.

Tuesday, November 1, 2011

Tips mengatasi jam Q&Q yang mati

Pada tulisan kali ini saya akan sedikit mereview tentang salah satu merek jam tangan yang murah meriah namun bisa dikatakan cukup berkualitas, sepadan dengan harganya. Serta penanganannya ketika mati dan diganti baterai tidak mau hidup lagi. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi serta hasil ngobrol-ngobrol dengan seorang teman yang profesinya sebagai tukang servise jam tangan, tidak main-main seluruh keluarga besarnya adalah tukang jam. Dan teman saya ini sudah buka kios servise sejak di bangku SMA, sekarang sudah berkeluarga dengan anak 2. Haduh...jadi ngelantur.

Kembali ke pokok masalah, disini saya bukan ingin ber-iklan tapi hanya sebatas sharing pengalaman tentang salah satu produk jam yang pernah saya pakai yakni Q&Q. Dan jam tangan inilah yang menjadi jam tangan paling lama berada ditangan saya. Oke, agar lebih fair maka langsung saja saya bahas kelebihan dan kekurangannya.

Kekurangan:
-Model tidak terlalu up to date, walaupun tidak jadul tapi model tidak se-ngetrend jam cina
-Varian tidak terlalu banyak, sehingga kadang orang enggan memilih karena model terbatas

Kelebihan:
-Untuk kisaran harga 80-150 ribu jam ini cukup berkualitas dan tahan lama
-Water resist terjamin, kalo dalam masa garansi mati kena air diganti langsung
Berdasarkan pengalaman saya jam ini memang tahan air, pernah suatu ketika saya out bond di daerah tawangmangu dan hujan sangat deras, tentu saja jam tangan saya basah kuyup tapi tetap masih hidup dan dalam kondisi yang sehat sampai saat ini padahal saat itu usia jam sudah saya pakai 6 tahun.

Nah, suatu ketika jam ini kehabisan bateray dan mati. Lalu saya bawa ketempat penjual jam dimana saya membelinya untuk menggantikan bateray, ternyata setelah dipasang jam tidak mau nyala dan dengan PD nya dia mengatakan kalau jam Q&Q saya sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi (karena digital), jika analog masih bisa katanya. Setelah kecewa dan membawa pulang jam mati ini saya berikan kepada teman saya untuk diperiksa sambil menceritakan kejadiannya tadi...

Eh, malah dia tertawa karena jadi tahu bahwa yang jual masih amatiran soal jam. Ternyata jam Q&Q saya itu untuk memasang bateray harus sambil dipencet tombol AC didalamnya. Katanya itu untuk memantik dan menyalakan jamnya, kalo tidak dipantik ya gak mau nyala...gitu katanya.

Semoga kisah ini berguna bagi pemakai jam Q&Q lainnya, jika dipasang bateray tidak mau nyala jangan buru-buru diklaim bahwa jam ini sudah mati. Saran saya coba diperiksakan ke tukang jam lainnya, belum tentu tukang jam yang buka toko jam itu lebih pandai daripada tukang jam pinggir jalan.

Saturday, October 22, 2011

ROMPI FLM


Kali ini saya akan membahas tentang sebuah perlengkapan untuk touring ataupun sekedar stylish. Ini tentang sebuah Rompi yang kemaren sempat saya beli lewat online. Awal mulanya membeli ini rompi karena saya merasa lebih nyaman jika berkendara pada malam hari mengenakan jaket yang ada list schotlite nya, padahal jaket untuk bermotor yang saya punya tidak terdapat itu. Akhirnya dengan berbagai pilihan yang ada di forum jual beli ataupun toko online ketemulah saya dengan salah satu rompi yang menurut saya cukup menarik dari segi harga, model dan kualitas (walaupun belum tahu saat itu kualitasnya seperti apa)

Pencarian di Google dengan kata kunci "Rompi Touring" atau "Rompi Bikers" menghasilkan seabreg pilihan, mulai dari yang harga ekonomis berbahan busa dilapis kalep dengan harga sekitar 5an ribu sampai rompi yang lux berharga lebih dari 200 ribu...wah lumayan juga harganya (untuk sebuah rompi)

Lalu ketemulah dengan salah satu link toko online yang menampilkan gambar rompi FLM, yang membuat saya tiba-tiba tertarik dengannya. Dengan harga yang tertera 150 dan dengan bahan yang cukup tipis namun terdapat lapisan penahan anginnya serta yang paling saya cari adalah list schotlite didepan dan belakang sehingga menjadikannya menyala jika terkena sinar. Dan tentunya pantas jika dipasangkan dengan jaket apapun entah formal ataupun jaket motor.

Thursday, October 6, 2011

HALO MATAHARI

Matahari dilingkari cincin pelangi sering disebut sebagai Halo Matahari, yang mana fenomena seperti ini sering saya liat di berita televisi ataupun cuma dari orang-orang yang pernah menyaksikan secara langsung terjadinya fenomena alam tersebut.

Namun pada tanggal 4 Oktober 2011 akhirnya kesampaian juga untuk menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri fenomena ini. Diatas langit kota Solo dan sekitarnya sekitar pukul 11 siang dan dalam kondisi matahari sedang panas-panasnya terjadilah matahari bercincin ini. Dimanapun bisa ditemui ketika orang pertama kali menyaksikan langsung berhenti sejenak, mengambil gambar lalu beberapa kali menyaksikan lagi keatas. Termasuk saya yang juga pertama kalinya ini menyaksikan halo matahari.

Halo Matahari diatas langit Solo

Tuesday, September 6, 2011

SOLO TOURING # 5 (SOLO-KETEP-KOPENG-BANDUNGAN)



Start

Sebenarnya ini bukanlah ritual rutin tahunan, hanya saja terasa ada yang kurang jika libur lebaran sudah mau habis dan belum menemukan spot atau track baru untuk menambah referensi. Jika tahun lalu saya melakukan ritual ini ke selatan, maka tahun ini gantian ke utara. Untuk liputan waktu ke selatan tahun lalu bisa dilihat Solo Touring 3 Pantai.

Ini sebenarnya bukan rute baru yang masih benar-benar fresh, karena sebagian lokasi sudah pernah saya jelajahi walaupun saat itu tanpa membawa kamera (sebuah jalan-jalan yang cukup tragis, tidak ada foto) hanya saja kali ini saya mengambil rute dari arah berlawanan dari Touring Kopeng kemaren. Tujuan mengambil rute dari arah yang sebaliknya adalah daerah Selo-Ketep merupakan rute yang sangat asik untuk riding, sehingga sayang jika melewati lokasi ini sudah siang banget maka seringnya dapet kabut atau panas atau ya banyak kemungkinan yang pastinya udara serta pemandangan lebih bagus jika dipagi hari. Tujuan yang lain adalah mencoba jalur tembus Kopeng-Bandungan, yang kemaren sih sempet ada temen yang ngomporin kalo jalur tembus ini viewnya bagus dengan dominasi hutan bambu yang gelap dan lumayan adem. Tapi perkiraan saya yang hutan bambu itu malah jalur tembus Ketep-Kopeng yang kemaren pernah saya jelajahi pas gak bawa kamera.

Saturday, September 3, 2011

JALUR ALTERNATIF SOLO-GEMOLONG (rute plupuh)

Jalur tembu ke Sangiran

Beberapa hari yang lalu sempat muncul keinginan untuk jalan-jalan mencoba rute baru mumpung liburan, kesepian dirumah karena memang tidak punya lokasi yang dituju untuk mudik, dirumah hanya berkutat dengan bersih-bersih kebon dan ngutak-atik komputer saja. Maka ketika hari ini diajak untuk silaturahim ke saudara yang ada di Gemolong langsung siapp berangkat.

Memilih berangkat pagi-pagi pukul 06.30 agar tidak terjebak macet dan menghindari panasnya jalanan Solo yang panasnya minta ampun ketika siang hari adalah pilihan yang tepat. Segera motor disiapkan dan melakukan SOP check up motor, mengecek tekanan ban, rem, memanaskan motor, lalu menyiapkan segala sesuatu yang sekiranya diperlukan dalam perjalanan diantaranya:

Pompa portable
PPPK
Toolkit standart motor
Jaring 
Botol minum
Jaket
Helm
Sarung tangan
Sepatu boot
Kamera saku
Uang+surat-surat
Dll

Thursday, September 1, 2011

PETA MUDIK 2011 (GRATIS)

Untuk yang sudah terbiasa dengan jalur yang ditempuh ketika perjalanan mudik biasanya tidak terlalu khawatir dengan rute, misalkan karena sesuatu hal jalur yang ditempuh harus dialihkan maka tinggal cari jalur alternatif dan melanjutkan perjalanan dengan lancar. Namun bagi pemudik yang belum begitu hafal dengan jalur yang ditempuh beserta rute-rute alternatif maka peta mudik menjadi sangat penting untuk dimiliki.

Zaman sekarang jika mau memanfaatkan teknologi sebenarnya tidak perlu repot lagi karena bisa mengakses peta secara digital dengan HP ataupun perangkat lainnya yang sekarang bisa dibilang tidak begitu mahal. HP yang bisa mengakses internet dengan lancar untuk membuka google maps ataupun wikimapia harganya cukup terjangkau, bahkan ada merek tertentu yang sudah mengeluarkan edisi "navigator" untuk seri tertentu yang harganya juga rata-rata dibawah 1 jutaan. Namun karena satu atau yang lain hal peta konvensional masih juga diperlukan, entah karena HP yang dimiiki tidak bisa mengakses internet dengan lancar ataupun tidak terdapat fitur internet atau karena alasan yang lain.

Tuesday, August 30, 2011

NUSANTARIDE

Sekarang forum online sudah menjadi sesuatu yang biasa, mulai dari forum pecinta sepeda onthel, backpacker, pendaki gunung, pecinta air soft gun, bahkan juga ada pecinta suatu game seperti forumnya counter strike. Dengan adanya forum menjadikan sesuatu hobi atau kegemaran lebih seru untuk digeluti dan ditekuni, tempat untuk saling berbagi info, sharing pengalaman dan mungkin gathering.

Di dunia otomotif sebenarnya sudah banyak forum-forum online baik itu dari sebuah klub motor dengan motor sejenis ataupun klub yang memiliki motor bervariasi. Yang saya tulis disini bukanlah atas nama sebuah klub motor, namun sebuah forum yang menjadi tempat berbagi dari bikers manapun yang senang berpetualang menjelajah bumi Nusantara. Jadi dari golongan manapun bisa masuk di forum ini termasuk yang bukan dari klub motor manapun, free rider (minjem istilah dari salah seorang moderatornya) yang penting senang berpetualang menjelajahi berbagi tempat diseluruh Indonesia dan berbagi pengalaman disini.

Ya, nusantaride...
Pertama kali mengenal forum ini dari salah seorang teman (Fauzi Sobbisco Karanganyar) yang telah meng-add-kan saya di forum fb nusantaride. Lalu beberapa waktu yang lalu website resmi dan forum telah di launching maka saya ikut register dan banyak menimba ilmu dari para senior yang sudah berpengalaman, kalo saya masih anak2 :D masih newbie gitu...

Thursday, July 7, 2011

RIDING REPORT SOLO - NGAWI (MENGHADIRI PERNIKAHAN TEMAN PTN:RINA ANJARWATI)

Setelah sekian lama belum ada kesempatan dan semangat untuk posting lagi, maka setelah acara kemaren ada niatan untuk kembali posting tulisan lagi karena ada sesuatu yang istimewa dalam perjalanan ke Ngawi kemaren.

Pernikahan Rina yang jatuh pada tanggal 5 Juli 2011 dilaksanakan di daerah Ds. Tambakromo, Padas, Ngawi. Awalnya banyak teman yang hendak berangkat, namun pada hari H banyak yang ada halangan sehingga membatalkan rencana keberangkatan, ada yang sedang ada acara keluarga, ada keluarga yang di Rumah Sakit, dan yang lainnya (semoga diberikan kesembuhan bagi yang sakit dan diperlancar urusannya bagi yang ada agenda) sehingga fix pada hari Selasa pukul 10.30 berangkat dari belakang kampus 5 orang saja dengan 3 motor. Aku sendirian dengan Revo100, Pak Beng dengan Parwa naek JupiterZ110, Didik dengan Ida naik Mio Soul.

Istirahat (yang nempatin disini orang pacaran awale, tapi trus kabur)
Karena cuaca panas maka rute awal yang rencananya melalui Sragen di alihkan lewat Cemoro Sewu, dengan harapan dalam perjalanan bisa lebih nyaman dan tidak terlalu terpanggang di jalan raya. Kecepatan stabil 70-80 kpj ketika berangkat, namun ketika sudah di Tawangmangu Mio Soul makin tak terkejar saking handalnya di tanjakan. Setelah tiba di Gondosuli, tikungan buk bengkong istirahat sejenak. Beristirahat, minum, berfoto lalu melanjutkan perjalanan.

Monday, May 9, 2011

SOLO TOURING # 4 (SOLO-SRAGEN-KR.ANYAR-SOLO)

SOLO TOURING (2 JAM MELEPAS PENAT)

Pict: info-sragen.blogspot.com
Catatan perjalanan ini bukanlah sharing lokasi wisata yang indah ataupun touring dengan penuh tantangan yang luar biasa. Ini hanyalah sebuah aktifitas ketika penat yang iseng saya lakukan karena sekedar ingin "Lost" hilang atau menghilangkan diri entah kemana. Berdasarkan pengalaman pribadi maupun beberapa orang yang lain, pengalaman "menghilangkan diri sendiri" ini memang efektif untuk menemukan sesuatu yang seru dan menyenangkan yang sama sekali tidak kita duga sebelumnya.

START @ SPBU SEKARPACE (10.30 WIB) km 0
Dimulai dengan isi bensin Rp 10.000 lalu membenahi perkap, menset ransel agar nyaman, minum air putih dari botol bekal yang sudah disiapkan dan let's go...berangkat. Belum tahu ingin hilang kemana akhirnya memilih rute Palur-Bak Kramat-Masaran. 

Wednesday, May 4, 2011

TEST AP BOOT MOTO 2

AP BOOT MOTO banyak yang suka, banyak juga yang mentertawakannya. Tapi apapun alasan masing-masing mereka, disini saya hanya ingin sharing tentang bagaimana kualitas, kenyamanan dan kekuatan AP BOOT MOTO 2 yang baru saja saya beli dan saya uji coba untuk Adventouring jelajah pacitan selama 2 hari 1 malam. Kesan yang pertama saya dapatkan dari sepatu ini adalah "keren" jika dilihat dari samping maupun dari belakang, karena di AP BOOT MOTO 2 sudah terdapat variasi yang tidak terdapat di keluaran awal AP BOOT MOTO. Tapi jika dilihat dari depan kesan "sepatu proyek" masih terasa.hehehe (maaf ini jujur pendapat pribadi)

Tetapi yang menjadi pertimbangan saya ketika hendak membeli sepatu ini adalah 2 keuntungan yang didapat sekaligus:

Monday, April 25, 2011

Iklan motor di TV 'Tidak Selalu' yang utama

Pasaran motor di Indonesia sudah terus menggeliat. Dan ini bisa dilihat semua orang dengan masuknya berbagai macam motor baru di Indonesia, juga motor-motor yang sudah punya nama terus menelurkan inovasi dan varian baru produk mereka. Orang Indonesia sekarang sudah banyak yang "berkecukupan", dimana motor tidak lagi menjadi kebutuhan Primer sebagai alat transportasi agar bisa digunakan kemana saja, tetapi banyak yang sudah bergeser menjadi kebutuhan "barang mewah", motor menjadi hobi, jati diri, status sosial, dan masih banyak lagi tujuan dari orang memiliki motor di era sekarang ini.

Motor ber-cc besar pun bisa dengan mudah kita jumpai berseliweran dimana-mana, bahkan motor seperti Tiger 200cc, Scorpio Z 225cc, Honda Mega Pro160 cc sering kita temui digunakan oleh penjual sayur keliling yang mereka rata-rata anak muda. Yang belum pernah saya lihat sih Ninja 250 cc buat jualan sayur...

Dominasi TV sebagai media untuk mengiklankan produk (dalam hal ini: motor) tidak lagi seperti zaman dulu. Orang baru mulai memikirkan untuk membeli motor jika sudah lihat iklan di TV, tapi bagaimana keadaan sekarang?

Wednesday, March 9, 2011

SOLO TOURING # 3 (KOPENG)

Potongan Peta Jawa Tengah

Tanggal 8 Maret 2011.
Event kali ini merupakan event dadakan, artinya tidak disengaja ataupun direncanakan sebelumnya. Ide ini muncul hanya 1 jam sebelum keberangkatan, waktu yang sangat mepet untuk merencanakan keberangkatan.

Namun poin plus yang bisa didapatkan jika mengadakan event touring dadakan adalah kita  dituntut untuk bisa berpikir cepat dan akurat dalam memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang ada, cepat menyiapkan perkap safety riding, toolkit, P3K, dan perkap pendukung lainnya. 

Tapi tentu saja tidak lepas dari kekurangan-kekurangan juga, tetap saja ada barang-barang yang "sebenarnya" jika kita bawa bisa menjadikan kita lebih nyaman, tapi jika barang itu tidak terbawapun tetap tidak mengurangi safety riding selama perjalanan.

Berikut adalah Rundown event kali ini:
  1. Start dari Mojosongo, Solo pukul 09.27. Mengambil rute Solo - Kartosuro - Teras - Ampel - Tengaran. Berhenti sejenak di Tengaran untuk melihat peta Jawa Tengah. Saat itu tepat pukul 10.25 pada km 45 dari total perjalanan hari ini.

BRAKET BERKUALITAS

Tiap orang yang mempunyai box motor tentu sudah tak asing lagi dengan barang yang satu ini. Karena memang alat inilah yang menjadi tumpuan utama atau landasan satu-satunya untuk box yang dipasang. Untuk mendapatkannya pun juga tidak sulit, di toko aksesoris motor yang menjual box hampir bisa dipastikan mereka menyediakan braket juga sesuai dengan jenis motor yang akan kita pasangi box tersebut, tukang las yang biasa mengerjakan teralis, pintu geser, pagar besi dan sejenisnya pun juga bisa membuatkan braket asalkan kita bisa memberikan gambaran yang gamblang dan desain yang akurat untuk orang yang mengerjakan. Untuk masalah harga juga sangat variatif, berdasarkan pengalaman penulis untuk tipe monorack harga mulai dari 50 ribuan hingga ratusan ribu, semua itu tergantung jenis motor yang kita gunakan, kualitas yang kita inginkan, dan ukuran box yang akan kita pasang di motor kita.

Namun seberapapun variatif braket yang bisa kita pilih yang menjadi pertimbangan pertama kali adalah kesesuaian dengan motor dan kekuatan braket yang kita gunakan. Berdasarkan pengalaman yang pernah dialami penulis sendiri, braket yang banyak tersedia ditoko aksesoris dan dengan plat besi yang tipis memang cukup ekonomis dan untuk menyangga beban box beserta isinya dijalan datar memang bisa dibilang "cukup". Tapi silahkan dicoba untuk melewati trek jalan yang berat, bergelombang dengan kubangan yang cukup dalam, jalanan berkerikil, aspal pecah, dan kerusakan jalan yang lain. Braket sangat berpotensi patah, melengkung, retak, dan sejenisnya.

Gambar dibawah ini merupakan braket dengan plat tipis yang terpasang pada Honda Revo 100 cc dan dengan diduduki box Givi E26 dengan berat muatan maksimum 3 kg. Padahal saat digunakan muatan dalam box tidak sampai 3 kg, namun karena jalan yang dilewati termasuk medan berat (Jalur tembus Purwodadi-Demak melalui Godong) sehingga otomatis braket yang kalah dan melengkung. Setelah itu body motor lah yang menjadi korbannya. Padahal saatitu acara Touring belum selesai, namun alhamdulillah rute berikutnya adalah medan jalan raya yang halus hingga sampai di rumah kembali sehingga tidak memperparah kerusakan.
Sebelum berangkat touring braket pernah melengkung karena melewati jalanan yang kurang bagus, namun setelah melengkung braket dibawa ke tukang las dan dilas lagi sesuai ukuran yang proporsional baru kemudian dicat dan siap untuk dibawa touring "Cross Country Muria". Walhasil, karena memang kualitas besi yang kurang baik ditambah lagi plat besi yang digunakan sebagai bahan dasar cukup tipis maka biarpun sudah di las tetep saja melengkung lagi.

Tuesday, February 1, 2011

POMPA MINI (PORTABLE)

Posisi siap dipake
Bagi orang-orang yang senang bepergian dengan motor ataupun sepeda, baik itu bekerja, kuliah, sekolah, ke pasar ataupun sekedar jalan-jalan tentu sudah sering jengkel karena ban bocor ataupun gembos. Jika bocor atau gembos di daerah perkotaan yang banyak terdapat tukang tambal ban dipinggir jalan tidak terlalu masalah, atau bahkan jika ban bocor di area kampus (seperti: UNS) ban bocor tinggal sms atau telpon ke nomor tukang tambal ban yang ditempel dimana-mana dan tersebar di area kampus dan sekitarnya maka tukang tambal ban akan datang menghampiri kita sehingga tak perlu repot dan capek-capek menuntun sepeda atau motor. Yang menjadi masalah adalah ketika bocor atau gembos ditempat yang tidak tepat, ketika kita di daerah terpencil, jauh dari penduduk, dan lebih tidak nyaman lagi jika itu terjadi di malam hari.

Saturday, January 15, 2011

Panggung (Solo Night Sticker)



Jika ada orang yang berkunjung ke Solo dan bertanya, tempat makan mana yang recomended untuk dikunjungi ketika malam hari mungkin salah satunya akan dijawab GALABO. Jika ada orang yang bertanya, kalo di Solo mau pesan cutting sticker, ngeblog motor, tentu jawabannya Purwosari, Gladag, Palur,dsb. Tapi kalo yang dicari adalah sticker yang udah dalam bentuk jadi dan tinggal pilih kali ini ada lokasi yang musti dikunjungi yakni Panggung. Tampak sepintas lokasi jualan ini memang sederhana, memanfaatkan emperan toko di malam hari. Tapi jangan salah, untuk soal kelengkapan koleksi tempat sederhana ini punya beragam sticker dan pernak-pernik lainnya yang mungkin sebagian tidak terdapat di tempat lain.

Dalam blog ini tak kasih judul "Solo Night Sticker" karena memang sesuai dengan konsepnya yakni berjualan pada malam hari. Dimulai dari setelah maghrib hingga pukul 23.00 wib tempat ini selalu ramai dikunjungi orang yang mencari sticker untuk helm, striping motor, bahan untuk nge-blog motor, iseng, melihat-lihat, cari poster, kalender, buku belajar membaca untuk anak-anak hingga buku cerita Ipin-upin juga ada.